Perkuat Ekspor, Wamendag Roro Bidik Pasar Strategis Asia Tengah
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Perluasan akses pasar produk dan investasi Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi di tengah ketatnya persaingan global.
Dengan membuka lebih banyak pasar ekspor dan menarik investasi asing maupun domestik, Indonesia berpotensi meningkatkan nilai tambah industri, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat transfer teknologi.
Namun, tantangan seperti hambatan non-tarif, ketidakpastian regulasi, dan disparitas infrastruktur antarwilayah masih perlu dibenahi agar arus perdagangan dan investasi berjalan lebih optimal.
Karena itu, konsistensi reformasi kebijakan, peningkatan kepastian hukum, dan penguatan diplomasi ekonomi menjadi kunci agar perluasan akses pasar benar-benar berdampak luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti memperluas akses pasar produk dan investasi Indonesia di kawasan Asia Tengah melalui ajang Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026 di Uzbekistan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Roro Esti, dalam keterangannya, yang dikutip di Jakarta, Sabtu (20/6), kehadirannya di forum investasi terbesar di Asia Tengah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus memperluas peluang perdagangan dan investasi dengan Uzbekistan serta negara-negara di kawasan Asia Tengah.
Ia mengatakan Indonesia memandang Uzbekistan sebagai salah satu mitra strategis dalam memperluas kerja sama ekonomi di kawasan Asia Tengah yang memiliki potensi pertumbuhan menjanjikan.
"Kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia," sebut Wamendag saat pembukaan forum, yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6/2026).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan pihaknya ingin memastikan produk-produk Indonesia semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih besar di kawasan Asia Tengah.
Sejalan dengan upaya diversifikasi pasar ekspor nasional, Indonesia juga memandang Uzbekistan dan kawasan Asia Tengah sebagai mitra strategis untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.
TIIF 2026 dibuka secara resmi oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, antara lain Presiden Albania Bajram Begaj, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Belarus Aleksandr Turchin, Perdana Menteri Azerbaijan Ali Asadov, Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov, Ketua Kabinet Menteri Kirgizstan Adylbek Kasymaliev, serta Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda.
Kehadiran para pemimpin tersebut menunjukkan semakin pentingnya posisi Uzbekistan dan kawasan Asia Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi global.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Mirziyoyev menegaskan komitmen Uzbekistan untuk terus melanjutkan reformasi ekonomi, meningkatkan kemudahan berusaha, serta memperkuat iklim investasi yang terbuka dan kompetitif.
Forum tersebut juga menjadi wadah bagi para pemimpin dunia, investor, dan pelaku usaha untuk membahas peluang kerja sama ekonomi dan investasi lintas kawasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!