Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menggemaskan Sekaligus Unik, Anak Bekantan Lahir dengan Wajah Biru dan Bulu Hitam Pekat.

📅 Minggu, 21 Jun 2026, 07:12 WIB | Oleh:

Charles mengaku menangis ketika Amel menceritakan "mukjizat" luar biasa itu, yakni kelahiran bekantan yang bukan hanya satu bayi, melainkan sepasang kembar.

Menurut dia, menyaksikan pertumbuhan bekantan yang begitu sehat di Pulau Curiak merupakan pengalaman yang luar biasa. Ini adalah bukti dari perawatan luar biasa tim SBI dan penduduk desa.

Charles berharap mereka memiliki masa depan yang berkelanjutan, penuh harapan, ketahanan, dan berkah.

Sementara itu, Prof Tim Roberts dari University of Newcastle, Australia, mengaku turut berbahagia mendengar keberhasilan Amalia Rezeki dan timnya dalam upaya konservasi bekantan di Indonesia.

Dalam pesan yang disampaikannya kepada Amel, Tim Roberts mengatakan bahwa Amel beserta tim yang berdedikasi telah bekerja keras selama satu dekade terakhir untuk menyelamatkan monyet hidung panjang tersebut dari ancaman kepunahan.

Menurutnya, kawasan konservasi di Pulau Curiak yang berada di sistem Sungai Barito telah menjadi benteng penting dalam menahan laju kepunahan dengan menyediakan habitat hutan yang aman dan kaya sumber daya bagi bekantan.

Kelahiran bayi bekantan kembar ini, lanjutnya, merupakan bukti nyata dari kerja keras Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) di bawah kepemimpinan Amel.

Nama Tim Roberts sendiri diabadikan pada Stasiun Riset Bekantan Pulau Curiak sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan perannya dalam pendirian stasiun riset tersebut, yang juga berfungsi sebagai suaka alami bagi bekantan.

Senada dengan itu, Ikki Matsuda, Ph.D. dari Wildlife Research Center, Kyoto University, yang juga merupakan peneliti bekantan asal Jepang, menyambut gembira keberhasilan Amel dan timnya dalam menjaga serta merawat bekantan beserta habitatnya di Indonesia.

Menurut Ikki Matsuda, kelahiran kembar pada primata umumnya merupakan peristiwa yang langka, sementara monyet hidung panjang atau bekantan biasanya hanya melahirkan satu anak. Karena itu, fenomena bersejarah ini dinilainya sangat luar biasa dan layak untuk dibagikan kepada publik.

Sementara itu, dari dalam negeri, Prof Hadi Alikodra, pakar konservasi satwa liar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menyampaikan bahwa kelahiran bayi bekantan kembar merupakan karunia Tuhan.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi indikator bahwa kondisi habitat alami bekantan cukup baik dan daya dukung pakan di lingkungan tersebut juga terpenuhi dengan baik.

Ia mengingatkan bahwa langkah selanjutnya yang perlu dilakukan tim Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) adalah melakukan pemantauan secara rutin terhadap bayi bekantan kembar tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman
    Preview komentar:
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
    Bank Panin error hari ini Nomor WhatsApp resmi ...
  • 'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika
    Preview komentar:
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
    Bagaimana cara menghubungi call center Bank Panin Nomor WhatsApp ...
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius
    Preview komentar:
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan Nomor ...
    Bagaimana solusi jika kartu ATM Bank Panin tertelan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
Rona
Belajar Bisnis dari Kisah Y...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.