Kemitraan Baru ADB dan Indonesia, SDM Masuk Prioritas Utama
📅 Minggu, 21 Jun 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas suatu daerah maupun negara.
Investasi pada pendidikan, pelatihan, dan peningkatan keterampilan memungkinkan tenaga kerja lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Namun, tantangan masih muncul dalam bentuk kesenjangan kompetensi, akses pelatihan yang belum merata, serta kualitas pendidikan yang bervariasi.
Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan menjadi penting agar pengembangan SDM tidak hanya bersifat formal, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Deputy Country Director for Asian Development Bank (ADB) Resident Mission in Indonesia, Kanya Satyani Sasradipoera menyatakan investasi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu dari tiga fokus kolaborasi dengan Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lembaga keuangan internasional tersebut menetapkan tiga strategi kemitraan dengan Indonesia untuk periode 2025-2029, yakni meningkatkan daya saing ekonomi, memastikan ketahanan dan keberlanjutan, serta berinvestasi terhadap pengembangan SDM, salah satunya diimplementasikan melalui program beasiswa ADB-Japan Scholarship Program (ADB-JSP).
“Bersama pemerintah dan mitra, kami senantiasa memperkuat pendidikan tinggi dan pengembangan keterampilan guna memberdayakan individu serta institusi untuk terus mendukung pembangunan,” ujar Kanya Satyani Sasradipoera dalam “Japan-Funded Scholarship Programs Alumni Gathering for Indonesia” di Jakarta, Jumat malam (19/6).
Ia menuturkan, pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk membuka wawasan individu serta membawa perubahan bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, pihaknya tidak hanya berkolaborasi dengan Pemerintah Jepang untuk memajukan pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik lainnya, tapi juga melalui bantuan beasiswa pendidikan.
"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Pemerintah Jepang atas komitmen jangka panjangnya untuk selalu memberdayakan para generasi cendekiawan serta para pembawa perubahan di seluruh kawasan," kata Kanya.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut turut mencerminkan semangat gotong royong – yang merupakan tradisi asli Indonesia – sebagai inti dari setiap upaya pembangunan yang dicanangkan oleh pihaknya.
“Tahun ini, seiring dengan perayaan ulang tahun ke-60 ADB, kami menyoroti bahwa banyak kontribusi jangka panjang dari lembaga ini yang dapat terealisasi berkat kemitraan yang kuat dan langgeng,” ucap Kanya Satyani Sasradipoera.
Agenda “Japan-Funded Scholarship Programs Alumni Gathering for Indonesia” yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat malam (19/6), merupakan kelanjutan dari pertemuan serupa yang diselenggarakan di Manila, Filipina, dan Dhaka, Bangladesh, pada awal tahun ini.
Para peserta acara meliputi alumni dari program beasiswa yang didukung oleh Pemerintah Jepang melalui ADB–JSP, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang (MEXT), Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia, serta perwakilan dari mitra lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!