Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Pertanian Cirebon Fasilitasi Budidaya Sorgum untuk Diversifikasi Pangan

📅 Senin, 13 Okt 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pertanian Cirebon Fasilitasi Budidaya Sorgum untuk Diversifikasi Pangan Doc: Antara
Ket. Petani menunjukkan bibit sorgum yang hendak ditanam di Cirebon, Jawa Barat.

Cirebon - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membantu petani mengembangkan komoditas sorgum sebagai alternatif tanaman pangan melalui perluasan lahan tanam serta mempertemukan kelompok tani dengan pembeli (off-taker) agar hasil panen bisa terserap.

Kepala Distan Cirebon Deni Nurcahya di Cirebon, Senin (13/10), mengatakan pengembangan sorgum sudah dilakukan di dua wilayah, yakni Kecamatan Beber dan Desa Matangaji, dengan luas sekitar dua hektare dan ditargetkan bertambah menjadi lima hektare.

Selain itu, ia menyebutkan penanaman bibit sorgum pun telah dilakukan di wilayah Plumbon, Cirebon, pada awal Oktober 2025 dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

“Potensinya (sorgum) cukup bagus. Kami bantu petani bertemu off-taker agar secara ekonomis hasilnya bisa terserap,” katanya.

Ia menjelaskan harga jual sorgum di tingkat petani cukup menjanjikan, sekitar Rp40 ribu per kilogram, dengan masa panen yang bisa dilakukan hingga tiga kali dalam satu tahun.

Oleh karena itu, pihaknya saat ini rutin memberikan pendampingan dan penyuluhan terkait dengan pola penanaman sorgum yang efektif.

Selain itu, ia memastikan penanaman sorgum diarahkan pada lahan tidak produktif agar tidak mengganggu komoditas utama seperti padi dan jagung yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

“Prinsipnya, penanaman sorgum tidak boleh berebut lahan dengan tanaman utama,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan memastikan pengembangan sorgum di provinsi tersebut terus diperluas dengan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah menyiapkan lahan seluas 5.000 hektare di berbagai daerah.

Ia mengemukakan lahan di Jabar yang sudah ditetapkan untuk penanaman sorgum berada di beberapa kabupaten, di antaranya delapan hektare di Cirebon, 20 hektare di Majalengka, 50 hektare di Garut dan sebagian di Kabupaten Sukabumi.

Program tersebut, kata dia, merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan tidak produktif agar bisa menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Erwan pun menyampaikan sorgum memiliki potensi besar karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari biji untuk bahan pangan serta batang sebagai bahan baku bioetanol.

“Tidak ada yang terbuang dari tanaman sorgum ini. Semua bagiannya bermanfaat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.