SAR Natuna Evakuasi Nelayan Tewas Tersambar Petir
📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 19:50 WIB | Oleh: SujarNATUNA --Tim SAR Gabungan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengevakuasi seorang nelayan yang diduga meninggal dunia akibat tersambar petir saat mencari kepiting di Sungai Penarik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/SAR) Natuna Abdul Rahman dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan korban bernama Yakuf (61), warga Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat.
Ia menjelaskan, Kantor SAR Natuna menerima laporan kejadian tersebut dari Kepala Desa Binjai, Rosyid, pada Sabtu siang. Sebelum ditemukan, korban sempat dicari oleh aparat desa bersama warga karena tidak kunjung pulang setelah mencari kepiting.
"Begitu menerima informasi dari Kepala Desa Binjai, kami segera memberangkatkan tim menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan evakuasi. Namun dalam perjalanan, kami mendapat kabar bahwa korban telah ditemukan oleh warga dan sedang dibawa menuju Pelabuhan Binjai menggunakan pompong nelayan," ucapnya.
Setelah tiba di Pelabuhan Binjai, Tim Rescue Kantor SAR Natuna membantu proses evakuasi dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Abdul Rahman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka, terutama ketika cuaca memburuk yang disertai hujan dan petir.
"Kami mengimbau masyarakat agar segera menghentikan aktivitas di sungai, laut maupun area terbuka apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa," ujarnya.
Operasi evakuasi melibatkan Kantor SAR Natuna, Polsek Bunguran Barat, Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparat Desa Binjai, dan masyarakat setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan rescue car, pompong nelayan, peralatan medis, peralatan evakuasi, radio komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
"Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan hujan dengan suhu 28 derajat celsius dan kecepatan angin sekitar 10 knot dari arah barat daya," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!