Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Surabaya Tekan Stunting Lewat BWSE

📅 Sabtu, 20 Jun 2026, 19:57 WIB | Oleh:
Pemkot Surabaya Tekan Stunting Lewat BWSE Doc: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya
Ket. Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani saat gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V di Surabaya, Sabtu (20/6)

SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya kembali memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program Gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V.

Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Sabtu mengatakan program yang telah memasuki tahun kelima ini menyasar 499 balita pra-stunting di kota setempat.

"Kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari 31 kecamatan dan 63 puskesmas secara dalam jaringan maupun luar jaringan," katanya.

Ia mengatakan, BWSE merupakan program kolaboratif yang melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkot Surabaya mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo).

"Ini program tahun kelima kami mengadakan kolaborasi dengan dinas yang terkait. Ada DP3APPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Kominfo," kata Bunda Rini.

Menurutnya, sasaran program ini adalah anak-anak kategori pra-stunting, yakni balita yang belum mengalami stunting namun memiliki risiko tinggi apabila tidak mendapatkan intervensi sejak dini.

"Jadi dalam lomba ini kami menyisir anak-anak yang pra-stunting. Pra-stunting itu untuk yang dia belum stunting, tapi kalau diteruskan dia bisa menjadi stunting," ujarnya.

Melalui program tersebut, para peserta akan mendapatkan pendampingan selama dua bulan yang mencakup pemberian telur, susu, dan ayam sebagai sumber protein untuk menunjang pertumbuhan anak. Sementara bagi balita yang memiliki alergi telur, asupan akan diganti dengan sumber protein lain seperti ikan atau daging.

"Jadi kita dampingi selama dua bulan. Mereka diberikan susu, mereka diberikan telur setiap hari, mereka diberikan ayam untuk diolah sama ibunya," ujarnya.

Bunda Rini menegaskan, BWSE tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan. Program ini juga memberikan edukasi kepada orang tua terkait pengolahan makanan bergizi dan pola pengasuhan yang tepat. Setiap balita peserta akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga yang terdiri atas tenaga kesehatan, kader PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH).

"Jadi satu anak tiga pendamping keluarga. Dari unsur nakes, dari unsur PKK, sama dari unsur Kader Surabaya Hebat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pelayanan publik bernuansa Piala Dunia

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelayanan publik bernuansa ...

Pemadaman listrik di Kota Kediri

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemadaman listrik di Kota K...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.