Gandeng YouTuber Kondang, KPK Luncurkan Drama Musikal Berbayar di TIM

Jumat, 19 Jun 2026, 02:19 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan kampanye antikorupsi melalui drama musikal bertajuk “Sidik” yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.

“Pertunjukan ini akan dipertontonkan atau diselenggarakan pada 4, 5, dan 6 Desember, atau beberapa hari menjelang Hari Antikorupsi Sedunia. Kami selenggarakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta,” ujar Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Amir Arief (tengah) bersama kreator konten Andovi da Lopez (kiri) dan Jovial da Lopez mengumumkan kampanye antikorupsi berupa drama musikal bertajuk "Sidik", di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/6). — Sumber: ANTARA/Rio Feisal

Lebih lanjut Amir mengatakan KPK akan mengadakan enam sesi pertunjukan selama tiga hari yang terdiri atas dua sesi untuk tamu undangan KPK pada 4 Desember 2026, dan empat sesi untuk masyarakat umum pada dua hari tersisa.

“Tamu undangannya adalah mitra-mitra kami, meliputi para pegiat antikorupsi, para pegiat pendidikan antikorupsi, para penyuluh antikorupsi, para partner kami selama ini dalam pendidikan dan pencegahan korupsi, termasuk juga pihak-pihak pemangku kepentingan yang sangat perlu untuk kami berikan inspirasi,” katanya.

Untuk mendukung kampanye tersebut, lanjut dia, KPK bekerja sama dengan kreator konten yang menjadi bagian dari Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez.

Menurut dia, penunjukan Da Lopez Entertainment tersebut telah melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.

“Mengapa KPK memilih mitra kolaborasi Da Lopez Entertainment? Karena Da Lopez Entertainment ini mempunyai portofolio yang baik dalam produksi drama musikal sejenis yang bertema kebangsaan, politik, dan isu-isu tentang pendekatan hukum maupun isu-isu tentang bagaimana negara kita berjalan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan Da Lopez Entertainment dapat membantu KPK untuk menambah pertunjukan kampanye antikorupsi tersebut sehingga terdapat sesi yang berbayar untuk khalayak umum.

“Kenapa ini penting? Agar lagi-lagi seat-nya lebih banyak, kursi lebih banyak, penontonnya lebih banyak. Lalu bagaimana pembiayaannya? Itu dalam skema komersial Da Lopez Entertainment atau di luar dari pembiayaan KPK,” jelasnya.

Dengan demikian, kata dia, KPK hanya memiliki pertanggungjawaban terhadap dua sesi pertunjukan untuk tamu undangan, sedangkan empat sesi menjadi tanggung jawab Da Lopez Entertainment.

Pada kesempatan yang sama, Andovi menjelaskan premis utama dari “Sidik” tidak terlepas dari kehidupan penyidik KPK hingga kasus dugaan korupsi yang sempat ditangani lembaga antirasuah.

“Saya dan Kak Jo, dan tentu tim kami, menulis Sidik, dan suatu kasus korupsi di Indonesia, yang tidak saya boleh spoiler (bocorkan, red.),” kata dia.

Sementara untuk tiket pertunjukan yang berbayar, dia menjelaskan masyarakat dapat mengikuti akun media sosial Instagram mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  • kpk
  • drama musikal sidik
  • da lopez entertainment
  • andovi da lopez
  • jovial da lopez
  • taman ismail marzuki

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.