Ditahan Imbang Swiss, Australia Masih Cari Komposisi Ideal Piala Dunia 2026

Minggu, 07 Jun 2026, 14:10 WIB

JAKARTA - Tim nasional Australia menutup rangkaian persiapan menuju Piala Dunia dengan hasil imbang 1-1 melawan tim nasional Switzerland national football team di San Diego. Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai kekuatan sekaligus sejumlah aspek yang masih perlu dibenahi oleh pelatih Tony Popovic sebelum laga pembuka turnamen.

Australia mampu memberikan perlawanan sepanjang pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Gol penyama kedudukan lahir melalui pemain debutan Tete Yengi yang memanfaatkan umpan terobosan dari Cameron Burgess untuk mencetak gol internasional pertamanya.

Ket. Foto: Tim nasional Australia menutup rangkaian persiapan menuju Piala Dunia dengan hasil imbang 1-1 melawan tim nasional Switzerland national football team di San Diego. Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai kekuatan sekaligus sejumlah aspek yang masih perlu dibenahi oleh pelatih Tony Popovic sebelum laga pembuka turnamen. — Sumber: ABC News

Meski demikian, penampilan Socceroos belum sepenuhnya meyakinkan. Kiper Patrick Beach beberapa kali harus melakukan penyelamatan penting untuk menjaga timnya tetap berada dalam pertandingan. Sementara pemain debutan lainnya, Cristian Volpato, belum mampu memberikan pengaruh besar pada awal laga.

Salah satu sorotan utama tertuju kepada Nestory Irankunda. Pemain berusia 20 tahun tersebut menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Swiss melalui kecepatan dan kemampuan individunya. Ia beberapa kali menciptakan peluang serta hampir mencetak gol lewat tendangan keras yang berhasil digagalkan penjaga gawang lawan.

Penampilan Irankunda memunculkan dilema tersendiri bagi Popovic. Di satu sisi, sang pemain layak dipertimbangkan sebagai starter karena kemampuannya membongkar pertahanan lawan. Namun di sisi lain, kecepatannya juga dinilai sangat efektif jika dimainkan sebagai pemain pengganti saat lini belakang lawan mulai kehilangan energi.

Pilihan lain di sektor sayap masih tersedia melalui Mathew Leckie dan Connor Metcalfe. Kendati demikian, faktor kejutan yang dimiliki Irankunda membuatnya menjadi salah satu senjata penting yang dapat diandalkan Australia pada turnamen nanti.

Di lini pertahanan, Popovic tampaknya mulai menemukan susunan pemain yang akan menjadi andalan. Kepercayaan kembali diberikan kepada Lucas Herrington, Alessandro Circati, dan Harry Souttar untuk pertandingan kedua secara beruntun.

Jika pilihan tersebut dipertahankan, maka Herrington yang baru berusia 18 tahun berpeluang menggeser Burgess dalam susunan utama. Sementara itu, Souttar dan Circati dinilai sebagai pilar utama yang akan mengawal lini belakang Australia sepanjang turnamen.

Souttar kembali menunjukkan kualitasnya setelah pulih dari cedera. Bek yang memperkuat Leicester City itu bahkan dipercaya mengenakan ban kapten untuk pertama kalinya saat menghadapi Swiss.

Di sisi permainan, Australia kembali memperlihatkan masalah yang sebelumnya muncul saat menghadapi Meksiko. Meski memulai pertandingan dengan agresif, mereka kesulitan mempertahankan intensitas permainan sehingga Swiss mampu mengambil alih penguasaan bola dan mendominasi jalannya laga.

Dominasi tersebut berbuah gol pada menit ke-14 melalui Dan Ndoye setelah menerima umpan matang dari kapten Swiss, Granit Xhaka. Australia beruntung tidak kebobolan lebih banyak berkat penampilan gemilang Beach serta kerja keras lini pertahanan.

Momentum pertandingan berubah setelah jeda minum ketika Australia mulai lebih berani menguasai permainan. Perbaikan performa itu akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan yang dicetak Yengi.

Meski berhasil bangkit, lambatnya respons Australia pada fase awal pertandingan menjadi perhatian tersendiri. Jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia, Socceroos dituntut tampil lebih konsisten dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mendominasi penguasaan bola maupun wilayah permainan.

Popovic kini memiliki waktu sekitar satu pekan untuk menyempurnakan strategi dan menemukan formula terbaik sebelum Australia menjalani laga pembuka di Piala Dunia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.