Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Triwulan II-2026, Tumbuh 5,29 Persen
Rabu, 05 Agu 2026, 12:19 WIBJAKARTA â Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tetap resilien di tengah ketidakpastian global. Pada Triwulan II-2026, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,29 persen (y-on-y). Angka ini melampaui pertumbuhan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,12 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Edy menjelaskan konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.Â
âEkonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen (y-on-y), salah satunya didorong oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,â jelas Edy.Â
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (y-on-y) dan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan, yaitu 2,67 persen*.Â
Kinerja ini didorong oleh:
1. Meningkatnya konsumsi per kapita kelompok hotel dan restoran. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang mencapai 51,29 persen, naik dari 48,42 persen pada Triwulan II-2025.
2. Kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi.
3. Stimulus pemerintah berupa diskon tiket transportasi saat libur sekolah dan pembayaran gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri dan Pensiunan.
Komponen Pengeluaran Lain Tumbuh Solid
Selain konsumsi rumah tangga, komponen lain yang menopang pertumbuhan:
- Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen (y-on-y) didorong investasi swasta dan pemerintah.
- Konsumsi Pemerintah tumbuh impresif 15,97 persen (y-on-y) dengan kontribusi 1,07 persen. Ini seiring realisasi belanja gaji ke-13, pembayaran tenaga pendidik non-PNS, dan belanja barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
5 Sektor Lapangan Usaha Terbesar
Dari sisi lapangan usaha, 5 sektor dengan kontribusi terbesar ke PDB Triwulan II-2026:
1. Industri Pengolahan: 18,50 persen, tumbuh 4,52 persen
2. Pertanian: 13,57 persen, tumbuh 3,80 persen Â
3. Perdagangan: 13,02 persen, tumbuh 6,39 persen
4. Konstruksi: 9,79 persen, tumbuh 6,68 persen
5. Pertambangan: 8,87 persen
Beberapa sektor juga mencatat pertumbuhan tinggi:
- Pengadaan Listrik dan Gas: 10,81 persen
- Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum: 10,60 persen, didorong okupansi hotel dan jangkauan program MBG
- Informasi dan Komunikasi: 6,97 persen
âPertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,â ujar Edy.
Sektor perdagangan tumbuh 6,39 persen seiring meningkatnya penjualan kendaraan. Sektor konstruksi juga tumbuh solid 6,68 persen.
Pertumbuhan Regional di Atas Nasional
Secara regional, 3 wilayah tumbuh di atas rata-rata nasional:
1. Bali dan Nusa Tenggara: 6,10 persen
2. Jawa: 5,65 persen Â
3. Sulawesi: 5,53 persen
Dibanding Negara Mitra Dagang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29 persen juga berada di atas sejumlah negara mitra dagang utama seperti Tiongkok 4,3 persen, Korea Selatan 3,7 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen. Beberapa negara mencatat pertumbuhan lebih tinggi seperti Vietnam 8,4 persen, Malaysia 5,8 persen, dan Singapura 5,7 persen.
- Pertumbuhan Ekonomi
- Badan Pusat Statistik (BPS)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Rybakina ke Perempat Final Ningbo Open, Alexandra Tersingkir
-
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun 2026
-
KEK Kura Kura Sulap Pameran Mal Jadi Panggung Fesyen Berkelanjutan
-
Jasa Raharja Serahkan Santunan 77 Korban Virgo, Mengapa Korban Asal Jatim Mendominasi?
-
Menteri PKP Gandeng BPS Sidak Bedah Rumah, Pastikan Bantuan Tak Salah Sasaran
-
Menko PMK Pastikan Bantuan Karhutla Prioritaskan Kesehatan Warga Terdampak
-
Bukan Sekadar Dokumen Kertas, Bangka Tengah Rombak Anggaran OPD Demi Warga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.