Kinerja Semester I 2026: Pendapatan InfraNexia Tembus Rp7,7 T
Rabu, 05 Agu 2026, 11:30 WIBJAKARTA - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis yang terus berlanjut seiring penguatan peran perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi nasional.
Komposisi pendapatan InfraNexia masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh. Meski demikian, pertumbuhan bisnis dari pelanggan eksternal juga menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan kenaikan 31 persen secara tahunan menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan pendapatan dari luar TelkomGroup mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan yang dikelola InfraNexia. Operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi terus memanfaatkan infrastruktur perusahaan untuk mendukung kebutuhan konektivitas mereka.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia juga berkontribusi dalam mendukung komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan perusahaan diarahkan agar pengelolaan aset negara menjadi lebih produktif, kompetitif, sekaligus mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Momentum transformasi semakin kuat setelah pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2026. Langkah strategis tersebut membuat InfraNexia memiliki skala operasional dan kapasitas infrastruktur yang lebih besar sehingga mampu membuka peluang monetisasi aset serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra industri.
Dari sisi portofolio bisnis, segmen Wholesale Network yang meliputi Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya kebutuhan kapasitas jaringan inti dan tingginya permintaan terhadap layanan konektivitas di tengah pesatnya perkembangan aktivitas digital.
Sementara itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat kontribusinya terhadap kinerja perusahaan. Portofolio tersebut mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur bersama sekaligus menghadirkan model bisnis yang lebih efisien bagi para pelaku industri telekomunikasi.
Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026. Pencapaian tersebut didukung oleh penerapan disiplin operasional, efisiensi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menjadi indikator bahwa transformasi bisnis yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap daya saing perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berupaya memperbesar skala bisnis, tetapi juga memastikan seluruh aset dan kapabilitas dapat dimanfaatkan secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri.
"Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri," ujar Lukman Hakim Abd. Rauf.
Sejalan dengan ekspansi bisnis tersebut, jumlah karyawan InfraNexia juga meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester pertama 2026. Penambahan sumber daya manusia dilakukan untuk mendukung kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan pelaksanaan agenda transformasi perusahaan.
Lukman menambahkan semester pertama 2026 menjadi periode penting dalam membangun fondasi InfraNexia sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif. Ia menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi, modernisasi jaringan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri guna menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, industri, dan negara.
"Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Lukman.
- Kinerja Keuangan
- Danantara Indonesia
- Infranexia
- Infrastruktur Digital
- TelkomGroup
- Telkom Indonesia
- Fiber Optik
- Broadband
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Telkom Terbitkan Sustainability Report 2025, Perkuat Transisi Rendah Karbon dan ESG
-
Pengembangan Ekspor Sayuran ke Pasar Internasional
-
Pembukaan Jatiluwih Festival 2026 Warnai Pariwisata Bali
-
Telkom Perkuat Tata Kelola, Bekali Pimpinan Hadapi Risiko Hukum dalam Pengambilan Keputusan Bisnis
-
Dukung Kampanye Go Green di Lingkungan Sekolah, Bank Mandiri Taspen Serahkan Bantuan Mesin Air Siap Minum ke SMA Dharma Wanita 1 Pare.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.