- Home
-
- Luar Negeri
-
- Fenomena Langit Agustus 20...
Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
Rabu, 05 Agu 2026, 13:00 WIBJakarta â Agustus 2026 akan menjadi salah satu bulan paling menarik bagi para pecinta astronomi. Dikutip dari berbagai sumber, sepanjang bulan ini, langit akan dihiasi serangkaian fenomena langit langka, mulai dari gerhana matahari total, puncak hujan meteor Perseid, kesejajaran enam planet, hingga gerhana bulan parsial dalam yang membuat Bulan tampak berwarna merah atau dikenal sebagai Blood Moon.
Gerhana Matahari Total â 12 Agustus
Peristiwa utama bulan ini adalah gerhana matahari total yang akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Bayangan Bulan akan melintasi sebagian wilayah Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, dan Spanyol bagian utara. Gerhana mencapai puncaknya pada pukul 15.46 UTC.
Pengamat di Spanyol utara akan menikmati fase totalitas menjelang matahari terbenam. Momen tersebut berpotensi menampilkan fenomena Diamond Ring, yakni ketika cahaya Matahari membentuk titik terang menyerupai cincin berlian di tepi Bulan sesaat sebelum atau sesudah fase totalitas.
Sementara itu, wilayah di luar jalur gerhana masih berpeluang menyaksikan gerhana matahari sebagian.
Para ahli mengingatkan masyarakat untuk hanya menggunakan kacamata gerhana bersertifikat atau filter surya khusus saat mengamati Matahari. Melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung yang sesuai dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.
Puncak Hujan Meteor Perseid
Fenomena berikutnya adalah hujan meteor Perseid, yang mencapai puncaknya pada malam 12â13 Agustus, dengan aktivitas maksimum diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 UTC pada 13 Agustus.
Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor terbaik setiap tahun. Dalam kondisi langit gelap tanpa polusi cahaya, fenomena ini dapat menghasilkan 50 hingga 100 meteor per jam.
Meteor-meteor Perseid bergerak sangat cepat dan sering memunculkan bola api (fireball) serta jejak cahaya panjang yang spektakuler.
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, jauh dari cahaya perkotaan.
Kesejajaran Langka Enam Planet
Pada pagi hari 13 Agustus, para pengamat langit juga berkesempatan menyaksikan kesejajaran enam planet.
Sekitar 30â60 menit sebelum Matahari terbit, planet Merkurius, Jupiter, Mars, Saturnus, Uranus, dan Neptunus akan tampak berjajar di langit timur.
Merkurius, Jupiter, Mars, dan Saturnus dapat diamati dengan mata telanjang apabila cuaca cerah. Sementara itu, Uranus dan Neptunus memerlukan bantuan teropong atau teleskop kecil.
Gerhana Bulan Parsial Dalam dan "Blood Moon"
Fenomena penutup bulan Agustus adalah gerhana bulan parsial dalam pada 28 Agustus 2026.
Gerhana dimulai ketika Bulan memasuki bayangan penumbra Bumi pada pukul 17.34 UTC, disusul fase gerhana parsial pada 18.35 UTC.
Puncak gerhana terjadi pada 20.12 UTC, saat sekitar 93 persen permukaan Bulan berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi.
Karena cahaya Matahari yang dibiaskan atmosfer Bumi, sebagian besar permukaan Bulan diperkirakan akan berubah menjadi merah tembaga, sehingga menciptakan fenomena yang dikenal sebagai Blood Moon.
Fase gerhana parsial berakhir pada 21.49 UTC, sedangkan fase penumbra berakhir pada 22.50 UTC.
Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan sepenuhnya aman diamati dengan mata telanjang dan tidak memerlukan perlengkapan pelindung khusus.
Fenomena Langit Lainnya
Selain empat fenomena utama tersebut, Agustus 2026 juga menghadirkan sejumlah peristiwa astronomi menarik lainnya, antara lain:
- 14â16 Agustus: Planet Venus mencapai elongasi timur maksimum sehingga tampak sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam.
- 15 Agustus: Terjadi konjungsi Jupiter dan Merkurius menjelang fajar di ufuk timur, ketika kedua planet tampak berdekatan di langit.
Dengan rangkaian fenomena astronomi yang berlangsung hampir sepanjang bulan, Agustus 2026 diprediksi menjadi salah satu periode terbaik untuk menikmati keindahan langit malam. Mulai dari gerhana matahari total, hujan meteor Perseid, kesejajaran enam planet, hingga kemunculan Blood Moon, para pengamat langit berpeluang menyaksikan pemandangan langit yang langka dan berkesan apabila kondisi cuaca mendukung.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Andes
Berita Terkait:
-
RI Diminta Percepat Relokasi Industri
-
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Kian Aman, Talenta AI Diperkuat
-
Wagub DKI Jakarta Imbau Masyarakat Waspada Wabah Virus Superflu
-
PP Tunas Diterapkan, Permainan Tradisional Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Medsos
-
BPBD: Cuaca Akhir Pekan Kota Tangerang Diprakirakan Didominasi Berawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.