Tradisi Suroan Pencak Silat Madiun Angkat Potensi Ekonomi dan Wisata Daerah
📅 Rabu, 17 Jun 2026, 17:39 WIB | Oleh: OpikMengangkat potensi itu tentu merupakan suatu kerja keras dan jalan panjang. Namun, jika langkah itu tidak dimulai dari sekarang, maka jalan panjang itu hanya akan menjadi sebuah angan dan harapan.
Para pemangku kepentingan di Madiun, termasuk masyarakat, kini mulai menggarap potensi tersebut. Akan lebih sempurna jika para pemangku kepentingan itu menggandeng para pelaku seni, budayawan, akademisi, para pelaku ekonomi kreatif, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk merumuskan konsep kegiatan yang tepat dan dapat menampung keistimewaan serta keunggulan masing-masing perguruan pencak silat, sehingga menjadi suatu tontonan yang menarik minat banyak orang.
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), saat ini mendorong daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal untuk menjadi motor penggerak ekonomi.
Kebijakan itu bertujuan untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, guna menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah Kota Madiun telah memiliki kearifan lokal, berupa tradisi Suroan, dari sejumlah perguruan pencak silat yang sarat makna budaya.
Paket wisata
Tradisi Suroan dari sejumlah perguruan pencak silat, yakni PSHT dan PSHW Tunas Muda, sangat pas dijadikan etalase untuk penguatan potensi ekonomi kreatif di Kota Madiun dan sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mobilitas pesilat dalam jumlah besar selama periode Suro tersebut dapat memberi dampak langsung bagi subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, seni pertunjukan, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal. Hal itu bisa disandingkan dengan konten-konten menarik di era digital yang menarik publik.
Pergerakan para pesilat dalam mengikuti tradisi Suroan dapat dirangkaikan dengan kegiatan lain yang dikemas menjadi paket wisata yang tidak hanya berdampak positif pada sektor pariwisata daerah, tetapi juga menggerakkan rantai ekonomi di Kota Madiun dan sekitarnya.
Diakui tidak mudah menyelesaikan "pekerjaan rumah" tentang pemahaman jiwa korsa yang terlalu fanatik dari masing-masing perguruan silat. Para pesilat yang didominasi oleh anak-anak muda yang belum matang dalam emosi, tak jarang melakukan aksi perusakan, konvoi, maupun kegiatan lain yang memicu keributan.
Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal, baik pemerintah maupun non-pemerintah, juga harus terus digalakkan agar memiliki kesepahaman yang sama tentang perubahan tersebut, sehingga stigma tentang Suroan "mencekam" di Madiun yang kini mulai terkikis, dapat terus ditingkatkan menjadi lebih sejuk dan damai.
Tradisi Suroan Pencak Silat di Madiun sangat disayangkan jika hanya berlangsung "begitu-begitu" saja tanpa sentuhan inovasi dan kreasi yang bisa menjadi lompatan besar untuk kemajuan daerah. Sebab, di dalamnya terdapat nilai spiritual dan budaya yang luhur, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga identitas daerah.
Paradigma itulah yang kini mulai dilihat oleh pemerintah daerah, dengan terus memberikan edukasi kepada pemimpin dan anggota padepokan untuk menampilkan wajah yang lebih damai, sehingga keberadaan budaya warisan leluhur itu banyak memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!