Tour de Suisse Jadi Ujian Terakhir Pogacar Sebelum Memburu Sejarah di Tour de France

Rabu, 17 Jun 2026, 00:20 WIB

LOCARNO, SWISS — Juara dunia balap sepeda Tadej Pogacar akan menjalani tes terakhir sebelum memulai misi besar mempertahankan dominasinya di Tour de France. Pembalap Slovenia itu akan melakukan debutnya di Tour de Suisse pekan ini sebagai bagian dari persiapan menuju ambisi menyamai rekor lima gelar juara Tour de France.

Dengan reputasi dan performanya sejauh ini, Pogacar menjadi favorit utama dalam balapan lima hari tersebut. Pertanyaan terbesar bukan lagi siapa yang akan memenangkan Tour de Suisse, tetapi seberapa siap sang juara dunia menghadapi tantangan terbesar musim panas.

Ket. Foto: Tadej Pogacar. — Sumber: AFP

"Latihan berjalan sangat baik, baik secara individu maupun sebagai tim," kata Pogacar.

"Saya datang ke Tour de Suisse dengan kondisi kuat dan motivasi tinggi," tambahnya menjelang etape pembuka pada hari Rabu (17/6).

Keputusan Pogacar musim ini cukup berbeda dibandingkan para pesaingnya. Pembalap tim UAE Team Emirates XRG itu menjalani beban lomba yang lebih ringan sebagai persiapan menuju Tour de France.

Ia baru mengikuti 11 hari balapan sepanjang musim ini, dengan lima etape tambahan akan dijalani di Swiss.

Sebagai perbandingan, rival utamanya Jonas Vingegaard sudah tampil dalam 36 hari balapan, termasuk kemenangan di Giro d’Italia, Paris-Nice, dan Tour of Catalonia.

Namun, minimnya jumlah balapan tidak mengurangi ketajaman Pogacar. Dari 11 hari kompetisi, ia berhasil meraih sembilan kemenangan, sementara Vingegaard mencatat tujuh kemenangan dari 36 hari balapan.

Catatan tersebut membuat Pogacar berpeluang besar menambah koleksi kemenangan sebelum Tour de France dimulai.

Selain performa, satu hal yang menarik perhatian adalah kondisi fisik Pogacar. Pembalap berusia 27 tahun itu sempat menaikkan berat badan beberapa kilogram menjelang musim klasik Eropa untuk menghadapi tantangan balapan seperti Tour of Flanders dan Paris-Roubaix.

Strategi tersebut terbukti berhasil. Pogacar memenangkan Tour of Flanders, sebelum kalah dalam sprint dari Wout van Aert di Paris-Roubaix.

Namun, berat tambahan tersebut harus kembali diturunkan sebelum Tour de France dimulai dalam waktu kurang dari tiga pekan.

Pogacar terakhir kali tampil pada awal Mei ketika Tour de Romandie berakhir. Ia tetap memenangkan empat etape sekaligus gelar juara umum, tetapi performanya tidak sedominan biasanya.

Margin kemenangan atas pembalap Jerman Florian Lipowitz hanya 42 detik, dan sebagian besar keunggulan berasal dari bonus waktu.

Dalam duel langsung di tanjakan, Pogacar hanya sekali berhasil menjauhkan Lipowitz secara signifikan, itu pun dengan selisih hanya 14 detik.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persaingan menuju Tour de France mungkin lebih terbuka dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Sejak Tour de Romandie berakhir, Pogacar memiliki sekitar enam pekan untuk melakukan latihan khusus.

"Kami menjalani program latihan ketinggian yang sangat baik dalam beberapa pekan terakhir," ujarnya.

Menariknya, Pogacar belum pernah kalah dalam balapan etape selama satu pekan sejak Tour of the Basque Country 2021, ketika ia finis ketiga di belakang Primoz Roglic dan Vingegaard.

Tour de Suisse juga menjadi kesempatan bagi para pesaing untuk mengukur kekuatan menghadapi Pogacar.

Roglic menjadi salah satu nama yang diprediksi bisa memberikan perlawanan, meski performanya belakangan menurun. Pembalap Slovenia berusia 36 tahun itu belum memenangkan balapan sejak Tour of Catalonia 2025.

Selain Roglic, perhatian juga tertuju kepada Tom Pidcock. Pembalap Inggris itu tampil impresif musim ini dan sudah pulih dari kecelakaan di Catalonia pada Maret.

Namun, Pidcock belum pernah memenangkan balapan etape besar, sehingga kemungkinan besar ia akan bersaing untuk posisi podium bersama Roglic.

Nama lain seperti juara Giro d’Italia Richard Carapaz serta duo Bahrain Victorious, Antonio Tiberi dan Lenny Martinez, juga diperkirakan ikut meramaikan persaingan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.