Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

Rabu, 19 Agu 2026, 00:50 WIB

Kedaulatan Teknologi - RI Perlu Perkuat Talenta Industri Semikonduktor Nasional

Pemerintah harus membangun ekosistem industri secara menyeluruh agar hilirisasi tidak sekadar menjadi slogan investasi.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Jakarta – Rencana pemerintah memperluas hilirisasi ke sektor semikonduktor, kedirgantaraan, dan manufaktur berteknologi tinggi dinilai belum cukup ditopang kesiapan ekosistem industri dalam negeri.

Pemerintah perlu memastikan agenda tersebut tidak berhenti pada pemberian insentif investasi, tetapi benarbenar mampu melahirkan industri teknologi tinggi yang kuat dan berkelanjutan.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan tantangan utama Indonesia bukan sekadar menarik investasi, melainkan membangun lingkungan industri yang mampu membuat investor teknologi bertahan dan berkembang.

“Semangatnya baik, tapi nyatanya kontribusi manufaktur PDB masih rendah di Indonesia. Investor teknologi mencari ekosistem yang baik, bukan hanya tax holiday,” kata Dipo, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Selasa (18/8).

Pemerintah sebelumnya menetapkan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), salah satunya hilirisasi dan industrialisasi.

Agenda tersebut mencakup perluasan hilirisasi ke sektor strategis, seperti semikonduktor, kedirgantaraan, dan manufaktur berteknologi tinggi.

Menurut Dipo, investor di sektor tersebut membutuhkan rantai pasok yang kuat, kepastian usaha, logistik efisien, serta kepastian hukum.

Tanpa fondasi tersebut, Indonesia akan kesulitan bersaing dalam menarik investasi teknologi tinggi, meskipun menawarkan berbagai insentif.

“Selama rantai pasok, kepastian usaha, logistik, dan kepastian hukum belum siap, sepertinya sulit untuk menarik investor di sektor- sektor itu. Ditambah lagi, pengusaha lokal banyak yang wait and see pada saat ini,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu membangun ekosistem industri secara menyeluruh agar hilirisasi tidak sekadar menjadi slogan investasi.

Kesiapan industri pendukung, pembiayaan, sumber daya manusia, hingga kepastian regulasi harus berjalan beriringan.

Fondasi Talenta

Di sisi lain, pemerintah mulai memperkuat fondasi talenta sebagai bagian dari upaya membangun industri semikonduktor nasional.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi strategis melalui riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri.

Menurut Brian, peluncuran Sandbox Desain Cip Merah Putih menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional.

Namun, program tersebut harus dilanjutkan melalui proses validasi, pilot project, hingga produksi massal agar menghasilkan produk yang benarbenar dapat digunakan.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan teknologi strategis nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” katanya.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah melatih sekitar 1.500 lulusan untuk mengenal dan terlibat dalam bidang desain Cip.

Pemerintah berharap Indonesia nantinya mampu menghasilkan semikonduktor untuk berbagai produk strategis, seperti e-paspor, e-KTP, dan e-SIM.

“Semikonduktor saat ini tidak hanya sekadar komponen elektronik, tetapi menjadi fondasi daya saing ekonomi, pertahanan, dan bahkan kedaulatan teknologi suatu bangsa,” ujar Brian.

Penguatan talenta juga menjadi perhatian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Lembaga tersebut menargetkan pengembangan sedikitnya 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem industri Cip nasional.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.