- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ancam Bombardir Oman...
Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran
Rabu, 19 Agu 2026, 00:40 WIBKonflik Timur Tengah
WASHINGTON DC â Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (17/8) mengancam akan membombardir Oman jika negara tersebut dianggap âmenghalangiâ kesepakatan AS dengan Iran terkait Selat Hormuz.
Trump juga menyerukan agar Teheran menyerah dalam perang yang semakin menjadi beban politik bagi pemerintahannya.
Penguasaan atas Selat Hormuz, yang secara efektif ditutup Iran sejak konflik dimulai pada 28 Februari, masih menjadi salah satu titik utama kebuntuan antara Teheran dan Washington.
Di tengah fluktuasi harga bahan bakar dan meningkatnya penolakan publik terhadap perang yang berpotensi membebani Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu November, Trump menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengakhiri kebuntuan yang telah berlangsung hampir enam bulan.
âJika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan,â kata Trump kepada jurnalis Fox News Trey Yingst, merujuk pada pembicaraan yang berlangsung antara Oman dan Iran mengenai pengaturan Selat Hormuz.
Oman, yang merupakan sekutu AS di kawasan Teluk, belum memberikan komentar publik terkait pernyataan Trump.
Teheran dan Muscat telah membahas pengaturan navigasi masa depan melalui selat tersebut selama beberapa pekan.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin mengatakan kedua pihak sedang menyusun deklarasi bersama.
Pantai Iran berbatasan dengan sisi utara Selat Hormuz, sedangkan Oman berada di sisi selatan.
Pembicaraan tersebut berlangsung setelah gagalnya kesepakatan sementara ASIran yang dimediasi Pakistan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas pelayaran.
Pertempuran yang kembali pecah di sekitar jalur perairan strategis itu dengan cepat menggagalkan kesepakatan tersebut dan memperluas dampak konflik ke negaranegara sekutu di Teluk serta pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah.
Trump juga mengatakan Iran harus âmengibarkan bendera putih tanda menyerahâ, menurut laporan Yingst mengenai wawancara tersebut di media sosial X.
Presiden AS itu berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, meskipun lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut masih dibatasi secara ketat.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Rp57.250/Kg, Telur Ayam Rp28.600/Kg Per Senin Pagi
-
Pemkot Tangerang Selatan Perkuat Layanan Kesehatan Ibu guna Tekan Kasus Stunting
-
Jutaan Orang Ramai-ramai Ingin Pindak ke Amerika, Ada Apa?
-
Gebrakan Baru Donald Trump, Tuding Tiongkok Campur Tangan dalam Pemilu 2020
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.