Vekic Akhiri Puasa Gelar Tiga Tahun, Taklukkan Raducanu di Final Queen’s Club
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 00:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON, INGGRIS — Donna Vekić berhasil mengakhiri penantian panjang selama tiga tahun untuk meraih gelar juara setelah menaklukkan Emma Raducanu di final Queen's Club Championships, Senin (15/6) dini hari WIB.
Petenis Kroasia itu tampil dominan sejak awal dan mengalahkan wakil tuan rumah dengan skor 6-0, 7-6 (8-6). Gelar tersebut menjadi trofi kelima sepanjang karier Vekic dan yang pertama sejak menjuarai Monterrey Open pada 2023.
Vekic, yang kini berada di peringkat 76 dunia, harus melewati perjalanan tidak biasa sebelum mengangkat trofi di lapangan rumput London. Ia sebenarnya hanya masuk ke turnamen sebagai lucky loser setelah Marta Kostyuk mundur karena cedera menjelang pertandingan.
Sebelumnya, Vekic yang sempat mengalami masalah kesehatan tersingkir di babak kualifikasi setelah kalah dari Anna Blinkova. Namun kesempatan kedua tersebut dimanfaatkan dengan sempurna.
Lapangan rumput memang menjadi salah satu permukaan favorit Vekic. Ia memiliki catatan kuat setelah mencapai semifinal Wimbledon 2024 dan menjuarai Nottingham Open 2017.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saat ini adalah waktu favorit saya sepanjang tahun. Saya sangat menyukai lapangan rumput dan menikmati setiap momen minggu ini,” kata Vekic setelah pertandingan.
Meski menang mudah di set pertama, Vekic harus bekerja keras pada set kedua. Raducanu bangkit dan sempat unggul 5-2, membuat final berlangsung dramatis.
Petenis Kroasia itu bahkan membuang empat kesempatan match point sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui tie-break.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Menang 6-0 terkadang bisa menjadi jebakan dalam tenis. Emma meningkatkan permainannya dan bermain luar biasa. Saya hanya mencoba bertahan, membuat dia terus bermain, dan mengejar setiap bola,” ujar Vekic.
Bagi Emma Raducanu, kekalahan ini menjadi kekecewaan lain di musim 2026. Sebelumnya, ia juga gagal menjadi juara setelah kalah dari Sorana Cîrstea di final Transylvania Open pada Februari.
Raducanu berharap bisa mengakhiri penantian gelar sejak kemenangan sensasionalnya di US Open 2021 ketika ia menjadi juara sebagai petenis kualifikasi remaja.
Petenis berusia 23 tahun itu sebenarnya menunjukkan perkembangan positif setelah kembali bekerja sama dengan pelatih Andrew Richardson, sosok yang membimbingnya saat meraih gelar Grand Slam pertama.
Musim sebelumnya, Raducanu kerap terganggu masalah kebugaran dan datang ke Queen’s dengan hanya satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir akibat penyakit virus.
Namun perjalanan hingga final di turnamen kandang memberikan kepercayaan diri baru menjelang Wimbledon yang dimulai 29 Juni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!