Solusi Koreksi Penglihatan Tanpa Kacamata Semakin Presisi Berkat Teknologi Lasik Modern
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 18:02 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme) masih menjadi masalah penglihatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kualitas penglihatan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga berolahraga.
Banyak orang memerlukan penglihatan yang lebih jelas tanpa ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak yang dianggap mengganggu. Hal inilah yang mendorong perkembangan teknologi koreksi refraksi yang semakin modern.
Menjawab kebutuhan tersebut, RS Mata JEC @ Menteng menghadirkan layanan CoZi Lasik yang menggabungkan pemeriksaan mata komprehensif dengan teknologi laser terkini untuk membantu mengoreksi berbagai gangguan refraksi secara lebih presisi, cepat, dan nyaman.
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K), mengatakan bahwa Lasik kini tidak hanya berfokus pada peningkatan ketajaman penglihatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien.
"Bagi banyak orang, penggunaan kacamata dan lensa kontak terkadang kurang praktis, terutama saat berolahraga, bepergian, atau bekerja dalam waktu lama. Lasik dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu pasien memperoleh penglihatan yang lebih jelas dan kebebasan beraktivitas. Namun, setiap pasien tetap perlu menjalani konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu," ujarnya dalam keterangan tertulis pada hari Senin (16/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lasik atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis merupakan prosedur bedah refraktif yang menggunakan teknologi laser untuk membentuk kembali kornea mata sehingga cahaya dapat difokuskan secara optimal ke retina. Tindakan ini bertujuan mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan pasien terhadap alat bantu penglihatan.
Menurut pihak rumah sakit, layanan CoZi Lasik didukung oleh kombinasi teknologi Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500. Teknologi femto laser digunakan untuk membuat flap kornea tanpa pisau mekanik, sementara excimer laser berkecepatan tinggi membantu proses koreksi refraksi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
Sebelum menjalani tindakan, pasien harus melalui serangkaian pemeriksaan pra-Lasik yang mencakup pemeriksaan refraksi, pentacam, biometry, keratograph, dan fundus. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi kornea, retina, permukaan mata, serta memastikan pasien memenuhi kriteria untuk menjalani prosedur Lasik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K), menjelaskan bahwa keberhasilan Lasik sangat bergantung pada ketepatan diagnosis dan perencanaan tindakan.
"Lasik modern membutuhkan evaluasi yang menyeluruh. Pemeriksaan pra-Lasik menjadi fondasi penting untuk memastikan pasien merupakan kandidat yang tepat. Dukungan teknologi laser modern juga membantu meningkatkan presisi, kenyamanan, dan konsistensi hasil tindakan," katanya.
Prosedur Lasik sendiri umumnya berlangsung sekitar 10 hingga 20 menit untuk kedua mata. Setelah tindakan, pasien diwajibkan mengikuti instruksi dokter, termasuk penggunaan obat tetes mata, menjaga kebersihan area mata, serta menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan awal.
Meski memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, Lasik tidak dapat dilakukan pada semua orang. Kandidat ideal umumnya berusia di atas 18 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil dalam satu tahun terakhir, ketebalan kornea yang memadai, serta tidak memiliki gangguan mata tertentu seperti glaukoma, infeksi mata berat, atau mata kering berat.
Melalui layanan CoZi Lasik, RS Mata JEC @ Menteng berharap dapat memberikan alternatif koreksi penglihatan yang lebih modern bagi masyarakat. Layanan ini mengedepankan pemeriksaan yang menyeluruh, penggunaan teknologi mutakhir, serta aspek keselamatan dan kenyamanan pasien dalam setiap tahapan tindakan.
JEC Group sendiri telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari empat dekade melalui jaringan layanan kesehatan mata yang tersebar di berbagai wilayah. Pengembangan layanan tersebut juga diikuti dengan pembangunan fasilitas baru di Bali yang dirancang untuk mendukung pelayanan kesehatan mata berstandar internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!