Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyusuri Jejak Orangutan dan Keindahan Goa Sampemarta di Taman Nasional Kutai

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 19:27 WIB | Oleh:
Menyusuri Jejak Orangutan dan Keindahan Goa Sampemarta di Taman Nasional Kutai Doc: ANTARA/HO-Balai TNK
Ket. Ada beberapa gua di Taman Nasional Kutai, namun untuk kegiatan wisata minat khusus hanya Gua Sampemarta yang boleh dikunjungi wisatawan dan harus didampingi tim pemandu setempat, sedangkan gua lainnya hanya khusus untuk penelitian.

KUTAI TIMUR - Mengeksplorasi hutan pelestarian sama halnya dengan membuka ruang renung tentang betapa besar maha karya pencipta yang telah memberikan sumber-sumber penghidupan bagi manusia, termasuk sisi keanekaragaman hayati yang harus dilindungi demi menjaga keseimbangan bumi.

Hal itu tersirat saat menjelajahi alam Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang bukan melulu soal lahan tambang raksasa atau riuh industri ekstraktif yang menggerakkan ekonomi negara. Kabupaten ini menghadirkan pula detak alam liar yang masih murni, berdegup di dalam rimbun kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Untuk menjajaki pesona hutan pelestarian itu, tidak bisa hanya mengandalkan literatur atau membaca peta dari layar gawai. Perlu merasakannya sendiri, membiarkan kulit tersengat matahari tropis, menghirup aroma tanah basah, dan mempersiapkan diri menapaki rute alam yang rimbun.

"Turis dari mancanegara kerap menjelajahi hutan ini, mulai dari Prancis hingga Belgia, untuk sekadar meneliti satwa endemik orangutan," kata Kepala Balai Taman Nasional Kutai Syaiful Bahri.

Perjalanan mengeksplorasi potensi wisata minat khusus di Taman Nasional Kutai ini bukan seperti rekreasi biasa. Ini adalah sebuah ekspedisi untuk meraba kembali ekosistem daratan Kalimantan yang sesungguhnya.

Rute penjelajahan dibagi menjadi dua titik utama yang menjanjikan pengalaman visual dan emosional, dari hutan Prevab Mentoko dengan dinamika satwa endemik dan gelap lorong purba di dasar Goa Sapemarta.

Perjalanan dimulai menuju Prevab Mentoko dengan membelah sungai Sangatta menggunakan ketinting, perahu kayu bermesin khas perairan Kalimantan. Ketika gerak ketiting memecah riak air kecokelatan, lanskap peradaban perkotaan perlahan tertinggal di belakang. Perjalanan ditempuh dengan perahu sepanjang Sungai Sangatta selama 30 menit dari Dusun Kabo, Sangatta.

Di sisi kiri dan kanan, pemandangan alam yang masih asri melewati perkampungan senyap di tepian sungai, menyapa deretan kapal kayu nelayan  yang berlabuh menanti hasil tangkapan. Gemericik air dan suara mesin kapal bak pengiring yang mengantarkan perjalanan menjauhi kebisingan kota.

20260614192604_orangutan.jpeg

Pongo pygmaeus morio atau orangutan kalimantan timur laut merupakan subspesies endemik berstatus sangat terancam punah (Critically Endangered) yang mendiami hutan hujan tropis dataran rendah di Taman Nasional Kutai (TNK), terutama di kawasan Prevab dan Sangkima. Antara/HO-Balai TNK

Semakin jauh perahu merangsek masuk, suasana kian hening. Tujuan pertama adalah Prevab Mentoko, sebuah hutan penelitian ekologi dan destinasi ekowisata yang berdiri di kawasan Taman Nasional Kutai.

"Bagi para peneliti konservasi dan pencinta ekowisata, Prevab adalah pesona rimba yang menyenangkan. Di sini, satwa liar endemik Kalimantan adalah tuan rumah seutuhnya, dan manusia hanyalah tamu yang wajib menjaga tata krama," ungkap Syaiful.

Eksplorasi di Prevab menuntut kejelian mata dan kepekaan telinga. Di sela-sela tajuk pohon meranti yang menjulang tinggi, pesona orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) kerap menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Tetapi, rimba Prevab tidak hanya dimiliki oleh kera besar berwarna kemerahan itu. pengunjung juga disuguhi panorama kehidupan satwa lain, di antaranya babi hutan yang asyik mengais serasah dedaunan basah, payau atau rusa sambar yang melangkah dengan kehati-hatian, kawanan kera ekor panjang yang bergelantungan di dahan membuat keributan kecil, hingga predator sungai sekelas buaya yang kerap berjemur diam-diam di tepi bantaran sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
IDAI Ingatkan Risiko Gadget...
Nasional
Kemenhub Perketat Pengawasa...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Gelar P...
Nasional
Kemensos Perkuat Verifikasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.