Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hong Kong Resmi Salip Swiss Sebagai Pusat Kekayaan Dunia

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 20:53 WIB | Oleh:
Hong Kong Resmi Salip Swiss Sebagai Pusat Kekayaan Dunia Doc: Getty Images

HONG KONG - Hong Kong menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas perbatasan (cross-border wealth) terbesar di dunia, sekitar dua tahun lebih cepat dari proyeksi pasar, seiring dengan pesatnya perkembangan pasar keuangan Hong Kong yang terus menciptakan dan menumbuhkan kekayaan.

Pada 2025, aset kekayaan lintas perbatasan Hong Kong meningkat 10,7 persen menjadi 2,95 triliun dolar AS. Kenaikan ini didorong oleh arus dana dari Tiongkok Daratan serta pasar saham yang kuat, yang mencatat aktivitas penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang signifikan serta kenaikan kuat pada saham-saham platform internet yang memiliki bobot besar di indeks acuan, menurut Laporan Kekayaan Global 2026 dari Boston Consulting Group.

Keunggulan jangka panjang yang dimiliki Hong Kong, seperti lingkungan investasi yang aman dan stabil, akses ke pasar global, serta beragam pilihan investasi, dinilai semakin bernilai bagi investor global di tengah ketegangan geopolitik. Hal tersebut menarik banyak klien Asia dengan kekayaan tinggi untuk memindahkan kembali dana mereka ke Hong Kong, kata Liu Yang, associate professor keuangan di Sekolah Bisnis Universitas Hong Kong

Data lokal menunjukkan bahwa lebih dari 3.380 kantor pengelolaan kekayaan keluarga tunggal (single-family office/SFO) beroperasi di Hong Kong hingga akhir 2025, menandai peningkatan lebih dari 25 persen dalam dua tahun terakhir.

Per akhir April tahun ini, Hong Kong telah menerima hampir 3.600 permohonan untuk Skema Pendatang Investasi Modal Baru (New Capital Investment Entrant Scheme), yang berpotensi mendatangkan total investasi sebesar 108 miliar dolar Hong Kong, atau sekitar 14 miliar dolar AS.

Sektor swasta juga berpotensi mendapatkan manfaat. Anthony Lau, Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong, mengatakan kepada Xinhua bahwa klien luar negerinya cenderung memperluas bisnis keluarga mereka di Hong Kong setelah mendirikan family office di sini.

Menurut Liu, lonjakan pasar IPO di Hong Kong tahun lalu juga berdampak pada sektor pengelolaan kekayaan, dengan memberikan para pendiri perusahaan dan pemegang saham tambahan dana tunai untuk diinvestasikan.

Sebanyak 119 IPO pada 2025 berhasil mengumpulkan dana total senilai 37,4 miliar dolar AS, sehingga mendorong Hong Kong menjadi pasar penggalangan dana IPO terbesar di dunia.

Christopher Hui, sekretaris layanan keuangan dan perbendaharaan pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, menyoroti adanya segitiga yang saling memperkuat antara kekayaan, perusahaan, dan pasar keuangan yang sedang berlangsung."

Family office dan individu dengan kekayaan bersih bernilai tinggi menyuntikkan likuiditas yang dibutuhkan pasar modal Hong Kong untuk menarik pencatatan saham baru.

Sektor swasta juga berpotensi mendapatkan manfaat. Anthony Lau, Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong, mengatakan kepada Xinhua bahwa klien luar negerinya cenderung memperluas bisnis keluarga mereka di Hong Kong setelah mendirikan family office di sini

Laporan Boston Consulting Group memproyeksikan kekayaan lintas perbatasan Hong Kong akan tumbuh sekitar 9 persen per tahun hingga 2030. Ini berarti Hong Kong kemungkinan besar akan tetap mempertahankan posisi teratasnya, mengingat laju pertumbuhannya yang lebih cepat dari Swiss yang diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen per tahun.

Para analis menilai Hong Kong berpotensi muncul sebagai pusat pengelolaan kekayaan yang lebih kuat berkat sejumlah tren. Perpindahan kekayaan besar yang diperkirakan terjadi dalam tiga dekade ke depan, dengan total kekayaan sekitar 83 triliun dolar AS yang akan diwariskan, akan memberikan nilai tambah pada keahlian Hong Kong dalam pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
UEA Tolak Tuduhan Kirim Dan...

Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Apakah AS Siap Berperang de...
Nasional
IDAI Ingatkan Risiko Gadget...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.