Mentan Sebut Tengah Bangun 100 Gudang Bulog dengan Usia Simpan Beras hingga 2 Tahun
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 06:03 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tengah membangun 100 gudang baru Bulog dengan usia simpan minimal dua tahun untuk memperkuat sistem penyimpanan cadangan pangan pemerintah termasuk beras.
Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, Amran melaporkan pembangunan 100 gudang tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp5 triliun sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan nasional.
"Memang ada bangun gudang (baru untuk Parum Bulog). Ini ada bangun gudang 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui," kata Amran.
Ia menjelaskan gudang modern yang sedang dibangun itu dirancang mampu menjaga kualitas beras dengan usia simpan minimal dua tahun melalui sistem penyimpanan yang lebih baik.
Bahkan, lanjut Amran, teknologi dan fasilitas yang diterapkan memungkinkan beras dapat disimpan hingga tiga tahun tanpa mengurangi kualitas secara signifikan dibandingkan metode penyimpanan konvensional saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) bisa bertahan dua tahun minimal, bisa tiga tahun berasnya," beber Amran.
Dia menegaskan kehadiran gudang modern tersebut akan meningkatkan keamanan stok pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di berbagai wilayah Indonesia. Yang mana stok cadangan beras pemerintah mencapai 3,5 juta ton hingga awal Juni 2026.
"Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus dari pada sekarang. Ini cukup modern," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amran memaparkan hal itu di tengah perhatian Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang menyebutkan telah menerima laporan soal adanya sejumlah stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog yang mengalami penurunan mutu.
Atas hal itu, Titiek meminta cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah disimpan lebih dari satu tahun dialihkan menjadi pakan guna menjaga kualitas stok pangan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Agmad Rizal Ramdhani menyatakan pembangunan 100 gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.
Rizal memastikan pihaknya siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.
"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/4).
Bulog juga memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!