Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Buruknya Kualitas Lapangan Kerja RI karena Tingkat Pendidikan yang Rendah

📅 Kamis, 18 Des 2025, 19:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengamat: Buruknya Kualitas Lapangan Kerja RI karena Tingkat Pendidikan yang Rendah Doc: istimewa
Ket. para pencari kerja

JAKARTA-Kualitas lapangan kerja di Indonesia harus dibenahi. Hal itu sejalan dengan pernyataan terbaru Bank Dunia terkait masih banyaknya pekerja di Indonesia dengan upah rendah. 

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengaku tidak heran karena kualitas pendidikan tenaga kerja 80 persen lebih masih lulusan SD - SMA

Tingkat pendidikan yang rendah akan menurunkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sehingga incomenya pun lebih rendah, apalagi lebih dari 50 persen tenaga kerja bekerja di sektor informal dibandingkan formal, sehingga mereka yang berkerja di sektor informal tidak akan tersentuh regulasi pemerintah

"Mereka lebih rentan miskin karena gaji mereka seringkli tidak memenuhi standar upah mininimum,"tegas Esther

Ke depan kata dia, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan. Pemerintah juga sebagai mediator dari pencari pekerjaan dengan perusahaan yang buka lapangan pekerjaan.

Saat ini, investor lebih cenderung menanamkan modalnya di investasi padat modal ketimbang padat karya, maka alternatifnya pemerintah harus mendongkrak kualitas dan kompetensi tenaga kerja

"Kalau mereka pinter, maka tenaga kerja itu bisa cari pekerjaan di Indonesia atau di luar negeri dan mungkin bisa ciptakan lapangan kerja sendiri. Artinya dongkrak kualitas tenaga kerja adalah keharusan,"pungkasnya.

Perlunya perbaikan kualitas lapangan kerja

Bank Dunia menilai perlu adanya perbaikan kualitas lapangan kerja agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada masyarakat.

"Meski stabilitas makroekonomi terjaga, tantangan di pasar tenaga kerja masih terus mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) di Jakarta, Selasa (16/12)

Menurut dia, indikator pasar tenaga kerja sebenarnya menunjukkan persoalan pada kualitas pekerjaan, terutama bagi kelompok usia muda.

Penyerapan tenaga kerja memang meningkat 1,3 persen pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tetapi mayoritas tambahan lapangan kerja tersebut berasal dari sektor-sektor dengan upah rendah.

Selain itu, laporan IEP Bank Dunia juga mencatat upah riil di Indonesia yang justru terus mengalami penurunan sejak 2018.

"Segmen keterampilan menengah ini sedang menyusut," imbuh Carolyn.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.