Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 09:59 WIB | Oleh:
Ekonomi Pertahanan Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Nasional Doc: istimewa

JAKARTA – Anggaran pertahanan selama ini kerap dipandang sebagai beban yang harus ditanggung negara untuk menjaga kedaulatan dan keamanan. Namun, di tengah dinamika geopolitik global, kemajuan teknologi, dan persaingan ekonomi yang semakin ketat, paradigma tersebut dinilai perlu diubah.

Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi, M.Sc., menegaskan bahwa sektor pertahanan tidak lagi hanya berfungsi sebagai instrumen keamanan negara, tetapi harus mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, industrialisasi nasional, serta peningkatan daya saing bangsa.

Dalam tulisannya berjudul "Membangun Ekonomi Pertahanan Indonesia: Dari Beban Anggaran Menjadi Mesin Pertumbuhan Nasional", Budhi menjelaskan bahwa konsep ekonomi pertahanan modern menempatkan belanja pertahanan sebagai investasi strategis yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang.

"Pertahanan tidak harus menjadi beban anggaran negara, melainkan dapat menjadi mesin pertumbuhan nasional apabila dikelola secara tepat dan terintegrasi dengan pembangunan ekonomi," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Budhi, pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran pakar ekonomi pertahanan Profesor Ron Matthews dari King's College London yang menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan pertahanan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran militer atau jumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi dari kemampuan mengubah pengeluaran pertahanan menjadi kapasitas industri, penguasaan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing ekonomi.

Dalam konsep tersebut, negara akan memperoleh dua keuntungan sekaligus, yakni security dividend atau dividen keamanan dan economic dividend atau dividen ekonomi.

Indonesia Miliki Potensi Besar

Budhi menilai Indonesia memiliki alasan kuat untuk menerapkan paradigma ekonomi pertahanan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di kawasan strategis Indo-Pasifik, Indonesia membutuhkan kekuatan militer modern yang didukung teknologi tinggi.

Namun, pembangunan kekuatan pertahanan tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

"Setiap investasi pertahanan harus mampu memperkuat industri nasional, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, memperluas kapasitas riset dan pengembangan, serta mendorong lahirnya inovasi baru," katanya.

Ia mencontohkan pengadaan pesawat tempur, kapal perang, radar, satelit, drone, maupun sistem pertahanan siber yang tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur, tetapi juga dapat memperkuat industri dalam negeri.

Belajar dari Korea Selatan dan Turki

Budhi menyoroti keberhasilan Korea Selatan yang mampu membangun industri pertahanan modern dari kondisi yang sebelumnya bergantung pada impor alutsista.

Melalui kebijakan yang konsisten, industri pertahanan Korea Selatan kini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional dan berhasil menembus pasar ekspor internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
OTT Muara Enim Berlanjut, K...
Daerah
DLH Batam Uji Emisi 1.500 K...
Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Per...
Megapolitan
Ratusan Motor Terjaring Ope...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

Pembukaan Piala Dunia Bakal Spektakuler dari Tiga Stadion, Meksiko Siap Gulung Afrika Selatan

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.