BPS Bandung Siapkan Ribuan Petugas untuk Sensus Ekonomi
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 15:40 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Sebanyak hampir 2.000 calon petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kota Bandung mengikuti pelatihan sebagai persiapan menjelang pendataan besar yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026.
Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memetakan secara menyeluruh aktivitas ekonomi masyarakat Kota Bandung termasuk perkembangan pesat ekonomi digital yang kini menjadi motor pertumbuhan baru.
Kepala BPS Kota Bandung, Nevi Hendri, mengatakan Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk mendata seluruh pelaku usaha dan aktivitas ekonomi tanpa terkecuali.
“Kalau sensus, semua didata. Tidak ada yang terlewat, seluruh pelaku usaha ekonomi dan rumah tangga di Kota Bandung akan menjadi sasaran pendataan,” kata Nevi di Bandung, Kamis (11/6).
Menurut Nevi, sensus kali ini memiliki tantangan berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Perubahan pola transaksi masyarakat akibat perkembangan teknologi membuat aktivitas ekonomi digital tumbuh sangat cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2016, transaksi melalui e-commerce, dompet digital, hingga profesi seperti konten kreator dan dropshipper belum sebesar sekarang. Namun pada 2026, fenomena tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran baru terhadap struktur ekonomi Kota Bandung.
“Generasi muda sekarang bisa menghasilkan pendapatan hanya bermodalkan telepon genggam dan internet. Aktivitas ekonomi seperti ini harus terdata karena menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Kota Bandung,” ujar dia.
Sebanyak 650 peserta mengikuti pelatihan pada gelombang pertama yang tersebar di empat training center. Mereka akan dibekali kemampuan teknis, pemahaman instrumen pendataan hingga penggunaan aplikasi digital yang mendukung pelaksanaan sensus di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nevi mengingatkan para petugas agar menjalankan tugas dengan penuh integritas dan amanah. Ia menjelaskan kualitas data menjadi prioritas utama karena hasil sensus akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Jangan main-main dengan data. Data yang dikumpulkan akan menentukan arah kebijakan ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat ke depan,” tegas dia.
Selain memetakan pelaku usaha, sensus juga akan memperbarui berbagai informasi sosial ekonomi rumah tangga yang nantinya menjadi referensi pemerintah dalam menyusun program intervensi dan bantuan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Bandung atas persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dinilai sangat matang.
Menurut dia, para petugas sensus bukan sekadar pengumpul data tetapi menjadi garda terdepan yang menentukan kualitas informasi ekonomi Kota Bandung.
“Data yang akurat adalah aset pembangunan yang sangat berharga. Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang benar,” ujar Wakil Wali Kota Erwin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!