Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
📅 Minggu, 26 Jul 2026, 18:55 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memanfaatkan Hari Puisi Indonesia 2026 sebagai momentum merawat bahasa dan merekam perjalanan bangsa. Puisi merupakan denyut jiwa kebudayaan yang senantiasa mempersatukan, menerangi perjalanan bangsa menuju masa depan.
"Puisi adalah denyut jiwa kebudayaan yang merawat bahasa, menghidupkan imajinasi, merekam perjalanan bangsa. Melalui puisi kita menyulam keberagaman, menumbuhkan empati, serta menguatkan identitas Indonesia," kata Fadli Zon dalam keterengan resmi, Minggu (26/7).
Selain merawat bahasa, Hari Puisi Indonesia juga menjadi momentum menghargai para penyair, sastrawan, dan seluruh pegiat sastra. Terutama bagi mereka yang telah memperkaya khazanah budaya bangsa.
Ia menambahkan, bahwa penyair tidak hanya memperindah dan berkontribusi bagi kekayaan bahasa Indonesia. Tetapi juga menjaga keberagaman bahasa daerah untuk memperkuat identitas nasional, dan membangun jembatan dan dialog antar generasi.
Ia berharap, melalui puisi, masyarakat dapat menyulam keberagaman, dan menumbuhkan empati. Tidak hanya itu, melalui puisi juga, masyarakat dapat menguatkan identitas Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui puisi kita menyulam keberagaman, menumbuhkan empati, serta menguatkan identitas Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya. Hari Puisi Indonesia merupakan momentum menghargai para penyair, sastrawan, dan seluruh pegiat sastra," ucap dia.
Perlu diketahui, Hari Puisi Indonesia diperingati setiap 26 Juli sebagai penghormatan atas hari kelahiran penyair besar Chairil Anwar. Sosoknya diakui para ahli sastra sebagai pelopor puisi modern Indonesia yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra nasional.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyambut baik berbagai inisiatif yang mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia melalui karya sastra dan puisi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sastra sekaligus melestarikan bahasa serta identitas budaya bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami (Kementerian Kebudayaan) menyambut baik dan mendukung inisiatif-inisiatif seperti mendukung pemajuan kebudayaan Indonesia melalui sastra. Kami berkomitmen memberikan posisi pada puisi dan karya sastra lainnya untuk terus dilakukan pengembangan pemanfaatan," ucap dia.
Di sisi lain, Penyair Ariyani Isnamurti mengatakan bahwa puisi hadir sebagai ruang untuk mendengar suara hati, dan merawat nurani. Tidak hanya itu, puisi mampu mengokohkan kemanusiaan, kearifan, dan keberagaman.
"Puisi mengingatkan kita bahwa di balik setiap peristiwa selalu ada pesan. Dan nilai yang layak direnungkan, dirawat dan diwariskan," ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!