Zverev Akhiri Penantian Gelar Grand Slam, Juarai Prancis Open 2026
📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:18 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraCobolli tampil tegang pada awal pertandingan. Ia melakukan 16 kesalahan sendiri (unforced errors) pada set pertama yang hanya berlangsung 39 menit dan berakhir dengan kekalahan telak 1-6.
Namun, petenis peringkat 14 dunia itu perlahan menemukan ritmenya. Setelah mempertahankan servis dalam tiga gim beruntun pada set kedua, ia memanfaatkan penurunan performa Zverev untuk merebut break penting pada gim ketujuh.
Zverev, yang sebelumnya nyaris tak tersentuh saat servis, tiba-tiba melakukan dua double fault dan sebuah forehand liar pada break point. Frustrasi, ia bahkan sempat meluapkan emosinya ke arah tim pelatih.
Momentum tersebut dimanfaatkan Cobolli untuk menyamakan kedudukan satu set sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertarungan semakin sengit pada set ketiga. Cobolli sempat unggul 30-0 saat servis untuk bertahan di gim ke-10, tetapi kehilangan empat poin beruntun, termasuk sebuah forehand yang melenceng jauh pada set point.
Meski demikian, petenis Italia itu kembali bangkit pada set keempat. Ia langsung merebut break di gim pembuka dan terus menekan hingga memaksa pertandingan berlanjut ke tie-break. Sebuah winner forehand keras pada set point kedua membuat Cobolli memenangi tie-break dan menyeret laga ke set penentuan.
Setelah jeda singkat sebelum set kelima dimulai, Zverev langsung mengambil inisiatif dengan merebut break pada gim pertama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapan Cobolli mulai memudar ketika gagal memanfaatkan peluang break back sebelum kembali kehilangan servis dan tertinggal 0-3. Zverev kemudian menyelamatkan tiga break point pada gim keempat dan semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Kesempatan emas yang terbuka akibat absennya juara bertahan Carlos Alcaraz karena cedera, serta tersingkirnya Jannik Sinner dan Novak Djokovic lebih awal, akhirnya dimaksimalkan dengan sempurna oleh petenis nomor tiga dunia tersebut.
Meski mencatatkan 54 unforced errors sepanjang pertandingan, pengalaman dan ketenangan Zverev di momen-momen krusial menjadi pembeda.
Kemenangan pun dipastikan setelah Cobolli gagal mengembalikan smash pada championship point kedua. Zverev langsung menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat Roland Garros, merayakan gelar Grand Slam pertama yang telah lama ia nantikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!