Zverev Akhiri Penantian Gelar Grand Slam, Juarai Prancis Open 2026
📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:18 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPARIS — Penantian panjang Alexander Zverev untuk meraih gelar Grand Slam akhirnya berakhir. Petenis Jerman itu sukses menjuarai Prancis Open 2026 setelah menundukkan wakil Italia, Flavio Cobolli, dalam laga final dramatis lima set di Roland Garros, Senin (8/6) dini hari WIB.
Unggulan kedua tersebut menang dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5/7), 6-1 dalam pertandingan yang berlangsung selama empat jam 16 menit. Kemenangan ini sekaligus menjadikan Zverev sebagai petenis putra Jerman pertama yang menjuarai turnamen major sejak Boris Becker memenangkan Australian Open 1996.
“Lapangan ini sangat spesial bagi saya dalam banyak hal. Namun sekarang, akhirnya kisahnya berakhir bahagia,” ujar Zverev.
Roland Garros memang menyimpan banyak kenangan bagi petenis berusia 29 tahun itu. Di Court Philippe Chatrier, ia pernah mengalami cedera pergelangan kaki parah yang mengakhiri musimnya saat menghadapi Rafael Nadal pada semifinal 2022. Dua tahun kemudian, ia kembali harus menelan kekecewaan setelah kalah dalam final lima set melawan Carlos Alcaraz.
Kini, setelah tiga kali gagal di partai puncak Grand Slam, Zverev akhirnya berhasil mengangkat trofi yang selama ini menjadi target terbesar dalam kariernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami pernah melalui kekalahan. Kami pernah menjadi pihak yang kalah pada momen-momen paling penting,” kata Zverev sambil menoleh ke arah tim pelatihnya saat seremoni penyerahan trofi.
“Namun pada akhirnya, sekarang kami adalah juara Grand Slam, dan itulah yang terpenting.”
Gelar ini menjadi puncak perjalanan panjang Zverev yang selama bertahun-tahun kerap disebut sebagai salah satu petenis terbaik yang belum pernah memenangkan turnamen major.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, ia tercatat enam kali tersingkir di perempat final Grand Slam, tujuh kali kalah di semifinal, serta tiga kali gagal di final. Momen paling menyakitkan terjadi pada final US Open 2020 ketika ia gagal mempertahankan keunggulan dua set dan tidak mampu menuntaskan pertandingan saat menghadapi Dominic Thiem.
Ironisnya, Thiem yang kini telah pensiun hadir langsung di tribun Roland Garros untuk menyaksikan Zverev akhirnya menghapus trauma tersebut enam tahun kemudian.
Di sisi lain, Cobolli harus menunda impiannya mencatat sejarah. Unggulan ke-10 itu berusaha menjadi petenis putra Italia pertama yang menjuarai French Open sejak Adriano Panatta melakukannya pada 1976.
Petenis berusia 24 tahun tersebut bahkan belum pernah mencapai semifinal Grand Slam sebelum turnamen ini. Langkahnya ke final terbuka setelah lawannya di semifinal, Matteo Arnaldi, mundur karena sakit.
“Tidak mudah bagi saya untuk berbicara sekarang,” ujar Cobolli saat menerima trofi runner-up dari Panatta.
Kepada Zverev, ia menambahkan, “Saya ikut senang untukmu, tetapi saya juga sedih karena saya sangat dekat dengan kemenangan dan bisa merasakannya. Sekarang kamu sudah mewujudkan mimpimu, jadi biarkan saya yang menang lain kali.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!