Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakut yang Sasar Nelayan dan ABK

📅 Senin, 08 Jun 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Jakut yang Sasar Nelayan dan ABK Doc: Istimewa

JAKARTA - Polisi membongkar peredaran obat keras ilegal yang diduga menyasar nelayan dan anak buah kapal (ABK) di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal tersebut dilakukan langsng Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya.

Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mustofa, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat. Laporan itu terkait maraknya peredaran obat keras ilegal di wilayah pesisir tersebut.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran obat keras tanpa izin karena berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Khususnya terhadap masyarakat pesisir dan nelayan serta para ABK kapal perikanan,” kata Mustofa, Minggu (7/6).

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua tersangka berinisial N dan RR. Keduanya diamankan di sebuah kios di kawasan Muara Baru setelah penyidik melakukan pengembangan dari kasus sebelumnya.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya AKBP Ardhie Demastyo mengatakan dari tangan kedua tersangka, petugas menyita obat keras yakni sebanyak 23.284 butir obat keras ilegal.

“Pengungkapan berawal dari pengembangan kasus sebelumnya sehingga dilakukan penangkapan terhadap N dan RR. Penangkapan dilakukan di kios yang berada di daerah Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara,” ujar Ardhie.

Barang bukti yang disita terdiri dari tramadol, hexymer, trihexyphenidyl, serta clonazepam. Polisi juga mengamankan uang hasil penjualan dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi.

Saat ini kedua tersangka telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran obat keras lainnya.

Para tersangka dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023. Tentang Kesehatan terkait praktik kefarmasian tanpa kewenangan serta peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mensesneg: Presiden Lantik ...
Olahraga
Shin Tae-yong Ditunjuk jadi...
Luar Negeri
Turki Sebut Krisis Iran Bis...
Megapolitan
Pemkot Bogor Gelar Job Fair...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

BMKG Catat Tsunami Tertinggi Terjadi di Talengan-Sangihe, Sulut

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.