Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelaku Pasar Butuh Kepastian Arah Kebijakan dari BI dan Pemerintah

📅 Senin, 08 Jun 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Berdasarkan penelitian ekonom dunia, Olivier Blanchard (2004), Brasil katanya pada 2002 melakukan kesalahan yang sama dengan menaikkan suku bunga demi meredam inflasi, namun yang terjadi justru pelaku pasar panik, modal asing hengkang, dan mata uang mereka hancur.

Prioritas pada Stabilitas

            Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, menilai pasar saat ini lebih membutuhkan kepastian arah kebijakan dibandingkan rilis data ekonomi semata. “Pasar butuh kepastian arah. Pelaku pasar dan investor sangat mengandalkan kepastian. Ketidakpastian arah kebijakan pemerintah, perubahan kepemimpinan, dan fluktuasi ekonomi kerap memicu gejolak,” kata Suhartoko.

Menurut Suhartoko, pelaku pasar cenderung bereaksi negatif ketika langkah konkret dari pembuat kebijakan tidak terlihat jelas. Kondisi ini, katanya, langsung tercermin pada tekanan di pasar saham dan nilai tukar.

“Ketidakjelasan langkah konkret dari pembuat kebijakan sering kali memicu tekanan pada pasar modal dan mata uang,” jelasnya.

Di tengah situasi saat ini, stabilitas harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Pasar, lanjutnya, juga melihat kesungguhan koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter.

“Pasar juga melihat kesungguhan pengambil kebijakan fiskal dan moneter dalam menghadapi situasi saat ini. Stabilitas harus lebih dikedepankan daripada pertumbuhan dalam jangka pendek,” Suhartoko.

Suhartoko menambahkan, masyarakat dan pelaku pasar menunggu sikap Bank Indonesia yang lebih progresif dalam menjaga nilai tukar Rupiah, disertai komunikasi kebijakan yang lebih intens.

“Masyarakat menunggu kebijakan Bank Indonesia yang lebih progresif dalam menjaga nilai tukar dan dengan lebih intens mengkomunikasikan kebijakannya,” ujarnya.

Terkait kondisi fiskal, ia menilai persepsi negatif yang berkembang perlu segera dijawab dengan langkah konkret dan dikomunikasikan dengan baik supaya kepercayaan masyarakat meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Korut Pantang Mundur dari Program Nuklirnya

23 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Pantang Mundur dari P...
Megapolitan
Tukik Merangkak di Hari Lin...
Megapolitan
Rute KRL Tanah Abang-Rangka...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.