Listrik Masuk Desa, Kutim dan PLN Pacu Pemerataan Hingga Pelosok
📅 Senin, 08 Jun 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSANGATTA – Elektrifikasi di pedesaan merupakan langkah fundamental dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Akses listrik tidak hanya mendukung kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal melalui UMKM, pertanian modern, hingga industri kecil berbasis desa.
Kehadiran listrik juga memperkuat layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.
Namun, tantangan masih muncul pada aspek pemerataan infrastruktur, biaya distribusi, dan keberlanjutan pasokan energi di wilayah terpencil.
Karena itu, elektrifikasi pedesaan perlu diiringi dengan perencanaan energi yang efisien dan berkelanjutan agar dampaknya optimal terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur bersama PLN menargetkan semua desa di wilayah ini dialiri listrik tahun depan, sebagai langkah meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Saat ini jumlah desa dan kelurahan yang tersebar pada 18 kecamatan di Kutim sebanyak 141, terdiri atas 139 desa dan dua kelurahan. Dari jumlah hanya ada tiga desa yang belum teraliri listrik, sehingga pada 2027 ditargetkan tiga desa tersebut dialiri listrik.
"Pemda terus berupaya merealisasikan penyediaan listrik di tiga desa tersebut, yakni Desa Pulau Miang, Sandaran, dan Desa Tanjung Mangkalihat," ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Senin (8/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengakui bahwa tantangan geografis yang dihadapi di lapangan menjadi salah satu kendala utama dalam merealisasikan tiga desa ini bisa mendapat aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus berupaya dalam memastikan seluruh program pembangunan bisa segera dinikmati oleh masyarakat di pedesaan, tidak terkecuali listrik yang merupakan kebutuhan dasar di era ini.
"Pemda segera menuntaskan permasalahan yang menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat, terlebih listrik yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik, sehingga layanan dasar ini harus merata dan berkelanjutan," katanya.
Melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan kehadiran PLN, katanya, lagi, diharapkan pada 2027 semuanya desa di Kutim bisa terang benderang kala malam.
Terkait komitmen ini, PLN Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) pun telah melakukan pertemuan dengan bupati dan instansi terkait di Kutim, pada Jumat, 5 Juni, tiga hari lalu, yakni membahas tentang strategi agar tiga desa tersebut bisa dialiri listrik.
Sementara Nurhakim, Bagian Pembangunan Kelistrikan PLN Cabang Kaltim mengatakan, sebelumnya memang terdapat beberapa kendala yang dihadapi di lapangan dalam penyaluran listrik ke tiga desa dimaksud, seperti penyiapan infrastruktur dan akses jalan yang masih berupa tanah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!