Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengulik 'Blackout' Sumatra, Pengamat Serukan Hal Ini

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengulik 'Blackout' Sumatra, Pengamat Serukan Hal Ini Doc: ANTARA FOTO/ Fitra Yogi.
Ket. Pedagang menggunakan lilin untuk penerang saat pemadaman listrik massal (blackout) di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026).

JAKARTA – Pemadaman listrik secara massal di Sumatera beberapa waktu lalu menjadi sorotan sejumlah pihak dan mencerminkan adanya persoalan serius berkenaan dengan suplai kelistrikan di Tanah Air.

Karenanya, pemerintah diminta untuk segera mencari akar permasalahan kelistrikan nasional dan secepatnya menyelesaikannya agar blackout di Sumatera tak terjadi lagi.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai "blackout" di Sumatra menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut.

Menurut dia, jaringan interkoneksi Sumatra yang membentang lintas provinsi membutuhkan transmisi yang andal agar gangguan tidak meluas ke berbagai wilayah.

“Pembangkit sering menjadi perhatian utama, padahal transmisi memegang peran vital karena menjadi jalur utama penyaluran listrik dalam sistem interkoneksi,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/5).

Ia mengatakan pengembangan jaringan transmisi di Sumatra, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV), telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru untuk memperkuat interkoneksi kelistrikan Sumatra.

Namun, proyek transmisi berskala besar kerap tersendat akibat proses pembebasan lahan dan perizinan lintas wilayah.

Pembangunan transmisi, lanjutnya, tidak hanya persoalan teknis, namun ada proses pembebasan lahan, penyesuaian tata ruang, perizinan lintas wilayah, hingga komunikasi dengan masyarakat di sekitar jalur transmisi yang semuanya membutuhkan waktu dan koordinasi.

Agus menambahkan, semakin luas sistem interkoneksi Sumatra, kebutuhan terhadap penguatan jalur utama serta keandalan jalur penyaluran listrik antardaerah juga menjadi semakin penting.

Padahal, menurut dia keterlambatan pembangunan transmisi membuat risiko gangguan sistem semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Sumatra.

Ia menambahkan, dalam sejumlah proyek infrastruktur strategis, penyelesaian aspek sosial perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak berkembang menjadi konflik agraria maupun persoalan berkepanjangan di kemudian hari.

Oleh karena itu, ia menegaskan dukungan masyarakat dalam proses pembebasan lahan menjadi penting agar pembangunan pasokan listrik yang dibutuhkan publik dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan koordinasi dan percepatan proses perizinan lintas wilayah agar proyek-proyek strategis dapat berjalan lebih efektif.

“Karena jalurnya melewati banyak wilayah, pembangunan transmisi memang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.