Dahsyat Animo Warga Jakarta Sambut JFF di TIM
📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:49 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Tak kurang dari sekitar 80.000 pengunjung memadati Taman Ismail Marzuki (TIM). Mereka menghadiri penutupan Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bhakti BudayaTIM, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/6) malam.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno menuturkan, sangat gembira melihat kesuksesan ini. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan Jakarta menuju usia lima abad pada 2027.
Rano mengatakan, Jakarta Future Festival bukan sekadar forum pertemuan biasa, melainkan wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan dan masukan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan Jakarta ke depan.
“JFF ini bukan pertemuan biasa tapi menjadi wadah memberikan gagasan. Kita banyak mendengar masukan-masukan dan nanti akan kita kolaborasikan untuk dalam pembangunan selanjutnya,” ujarnya.
Ia menyambut baik bahwa penyelenggaraan JFF 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat, jumlah pengunjung yang hadir melampaui 80 ribu orang selama tiga hari pelaksanaan. Festival ini menghadirkan 52 sesi diskusi yang melibatkan 250 pembicara, termasuk 10 pembicara internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Acara ini juga dimeriahkan oleh 27 performers ada musik, ada seni budaya lainnya. Ada pun UMKM yang terlibat mencapai 72 wirausahawan,” katanya.
Rano menjelaskan, tema ‘Navigating Resilience’ atau Menavigasi Resiliensi dipilih untuk menegaskan pentingnya ketangguhan sebagai karakter utama Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jakarta ini hidup karena dia tangguh, menjadi benang merahnya dari kegiatan ini,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta juga mempertemukan akademisi dan pakar perkotaan dari berbagai negara untuk membahas masa depan kota global pada hari terakhir penyelenggaraan JFF 2026.
Sebanyak 19 profesor dari sejumlah universitas internasional hadir untuk bertukar gagasan mengenai pembangunan kota dan desain perkotaan.
“Pemprov DKI Jakarta melahirkan gagasan inovasi dan kolaborasi konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta,” katanya.
Rano mengatakan, salah satu agenda penting dalam JFF tahun ini adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character and the Future as Global City. Agenda tersebut menjadi ruang refleksi mengenai identitas, karakter, serta posisi strategis Jakarta menjelang peringatan 500 tahun kota pada 2027.
“Menjelang perayaan lima abad Jakarta pada 22 Juni tahun depan, pembangunan Jakarta harus berorientasi pada kepentingan warga. Jakarta harus menjadi milik warga, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang mendukung partisipasi masyarakat dalam membangun kota.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania mengungkapkan, sejumlah gagasan yang muncul selama festival segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu fokus utama yang mengemuka adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!