Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bumi Makin Panas, Bangkit! Dorong Gerakan Pulihkan Lingkungan!

📅 Senin, 08 Jun 2026, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sekarang kaum muda melakukan advokasi dan aktivitas menentang adanya kegiatan yang mencemari, merusak lingkungan, hilangnya ruang hidup penduduk asli, kaum miskin dan lainnya. Kaum muda menentang pembuangan sampah liar, TPA open dumping, penggunaan plastik berlebihan, pembuangan tailing sembarangan, penggundulan hutan, pertambangan berlebihan, dan lainnya.

Semua itu menimbulkan petaka dan membuat kehidupan manusia dan makhluk hidup hancur dan bahkan punah. Pembabatan hutan melampui batas, pertambangan mengakibatkan banjir bandang menghancurkan pemukiman dan ratusan bahkan ribuan orang tewas jadi korban, seperti kasus besar melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh pada 25-30 November 2025. Banjir bandang itu merupakan akumulasi dosa ekologis berlangsung belasan tahun.

Tragedi mengerikan banjir Sumatera tersebut menelan korban sebanyak 1.205 orang meninggal dan 139 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 29 desa hilang akibat longsor dan banjir bandang. Berdampak pada 52 kabupaten/kota dan memaksa jutaan warga mengungsi sebelum masa transisi pemulihan. Betapa sulitnya dan mahalnya memulihkan lingkungan di wilayah bencana tersebut.

Hilangnya hutan tropis, jutaan hektar dikonversi untuk tanaman industri, seperti kelapa sawit, food estate dan lainnya mengakibatkan hilangnya ruang hidup masyarakat suku asli (indigenous people), lenyapnya keanekaragaman hayati, dan hilangnya sejarah, budaya, peradaban dan ilmu pengetahuan. Merupakan bentuk kerugian yang sulit tergantikan.

Kasus yang sedang menjadi kritik serius adalah sebagaimana digambarkan film Pesta Babi”. Papua sedang kehilangan 2,5 juta hektare hutan tropis, lenyapnya tanaman dan hewan endemik. Papua bagian dari penyangga iklim dunia. Akibat proyek ekstraktif pertambangan, food estate, perkebunan sawit, gula dan lainnya. Proyek strategis nasional ditargetkan sebagai upaya membangun ketahanan pangan (food security) dan energi.

Di sini terjadi konflik agraria sangat krusial. Suku-suku masyarakat adat versus oligarki disokong penguasa di dalamnya ada kekuatan tentara dan polisi menjadi pemenang dalam permainan itu. Sebetulnya ini semacam teori neo-capitalism-state merangkak semakin cepat menguasai sumberdaya alam. Siapa yang membela masyarakat adat itu? Bisa disebut; para aktivis lingkungan dan kaum muda yang sering dilabeli “antek asing” oleh rezim penguasa.

Tentara Indonesia sudah lama masuk dan mengamankan berbagai proyek pembangunan dan mengisi jabatan-jabatan sipil, dulu dikenal dengan “Dwi Fungsi ABRI”. Amos Perlmutter (1977) mengutip Samuel P Hutington (1968), jenis tentara ini disebut “pretorian”, tentara yang tertarik pada politik dan ekonomi. Tentara pretorian lebih sering timbul di masyarakat-masyarakat bersifat agraris atau transisi atau secara ideologis terpecah-pecah.

Pada era sekarang mulai tampak peran dan tugas tentara Indonesia menjalankan proyek-proyek startegis nasional di sejumlah daerah. Seperti PSN food estate, sawitisasi, tebunisasi, dan commercial crops merupakan skema the development of an agrarian bourgeoisie, meminjam istilah Richard Robinson (1986) dalam “Indonesia: The Rise of Capital”. Goresan ini mengulang sejarah perkebunan besar zaman kolonialisme VOC Belanda 1930-an, buntutnya berkembangnya kapitalisme dan sistem dual economy di Indonesia.

Hentikan Kejahatan Lingkungan

Kejahatan lingkungan akan tumbuh subur dan menggurita di seluruh kepulauan Indonesia. Pulau-pulau kecil yang sangat rentan pun jadi incaran untuk dieksploitasi para konglomerat, para oligarkhi. Masyarakat adat, penduduk kampung tak mampu melawan mereka.

Harapan terakhir tinggal kaum muda dan lembaga yang concern lingkungan, sedang lainnya sudah lama apatis. Lebih senang bergaya dan berperilaku hedon (isme). Untuk apa berjuang melawan oligarkhi dan penguasa?

Dalam memahami kejahatan lingkungan itu, tidak semua dilakukan oleh pemilik modal, teknologi dengan perangkat canggih lainnya. Bisa juga dilakukan oleh mereka yang bekerja dalam pemerintahan/birokrasi. Pun bisa dilakukan warga biasa.

Sekarang kondisi darurat sampah sedang melanda republik ini. Siapa saja yang berkontribusi? Pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang masih berpaku pada paradigma kumpul-angkut-buang dan mengandalkan TPA open dumping. Ribuan ton sampah dibawa ke TPA dan hanya ditumpuk menjadi gunung-gunung sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PT Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular

39 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...

PWI Jaya Gelar OKK Peningkatan Status

1.5 jam yang lalu | Diapari S

Megapolitan
PWI Jaya Gelar OKK Peningka...
Luar Negeri
BMKG: Gempa M 7,7 di Mindan...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 8 Ju...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.