Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Babel Bangun Embung sebagai Cadangan Sumber AIR

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 16:09 WIB | Oleh:
Pemprov Babel Bangun Embung sebagai Cadangan Sumber AIR Doc: ANTARA/Aprionis
Ket. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan memanfaatkan bekas tambang timah (kolong) sebagai sumber air memadamkan kebakaran hutan dan lahan

PANGKALPINANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung akan membangun embung di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagai antisipasi dini dan pengendalian karhutla selama musim kemarau panjang di daerah itu.

"Pembangunan embung ini difokuskan di desa-desa rawan terjadi karhutla dampak musim kemarau ekstrem tahun ini," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Amransyah Muslimin di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan pembangunan embung di daerah rawan karhutla ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Pengendalian Karhutla.

"Embung karhutla ini penting sebagai sumber air mesin pompa dalam memadamkan api karhutla," katanya.

Selain itu embung karhutla ini juga untuk pengisian tangki kendaraan pemadam, helipad bucket dan pencegahan seperti pembasahan lahan gambut, menjaga tinggi muka air tanah, dan mendukung posko siaga karhutla.

Menurut dia selama ini tantangan dalam pemadaman karhutla terjadi karena akses sumber air yang sulit ke beberapa lokasi titik api dan keterbatasan sumber air permukaan di lokasi saat puncak musim kemarau.

"Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, di samping terus berupaya mengoptimalkan anggaran yang ada untuk patroli, pemeliharaan alat, serta operasional pengendalian karhutla," katanya.

Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Budi Utama akan memetakan dan mencari kolong-kolong atau bekas tambang timah sebagai sumber air dalam penanganan kebakaran selama musim kemarau ini.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Saat ini kita tengah mencari kolong-kolong bekas tambang timah, agar bisa dijadikan sebagai embung cadangan air penanganan bencana kebakaran khususnya karhutla selama musim kemarau panjang ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.