Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hancurkan Mimpi Jojo di Istora, Juara Indonesia Open 2026 Asal Kanada Ini Ternyata 'Berguru' di Sini

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 19:55 WIB | Oleh:

Bising

Menurut Viktor, tantangan terbesar dalam final bukan hanya menghadapi permainan Jonatan, tetapi juga mengatasi suara penonton yang begitu bising.

"Suaranya sangat bising. Setiap kali dia mendapat poin, rasanya saya bahkan tidak bisa mendengar suara saya sendiri. Namun hal paling penting adalah tetap fokus, mengabaikan kebisingan tersebut, dan percaya bahwa saya bisa menang," kata Victor.

Kepercayaan itu terlihat sejak gim pertama. Victor tidak banyak terpancing oleh dukungan penonton. Ia bermain sabar, menahan reli, dan mengambil poin-poin penting ketika Jonatan mulai tertekan.

Setelah merebut gim pertama 21-19, Victor semakin lepas. Pada gim kedua, ia membuat Jonatan sulit keluar dari tekanan hingga akhirnya menang telak 21-8.

Jonatan mengakui Victor tampil lebih siap dalam mengelola pertandingan. Menurut dia, perbedaan paling terlihat dalam final tersebut adalah ketenangan pemain Kanada itu saat menjalankan strategi.

“Hari ini Victor bermain jauh lebih tenang dan lebih sabar. Dari segi pengendalian diri, dia juga mampu menjalankan strategi yang sudah disiapkan dengan sangat baik,” kata Jonatan.

Jonatan juga mengakui dirinya belum mampu mengelola tekanan besar pada final pertamanya di Indonesia Open.

“Saya memang merasa sejak awal pertandingan ada tekanan yang cukup besar. Ketegangan juga sangat terasa. Saya rasa hari ini saya belum bisa mengelola tekanan tersebut dengan baik di lapangan,” ujar Jonatan.

Bagi Kanada, gelar itu menjadi sejarah. Sebelumnya, Victor juga telah mencatat prestasi besar dengan meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2025. Kini, ia menambah pencapaian itu dengan gelar Indonesia Open.

"Keduanya merupakan sejarah bagi Kanada. Jadi saya sangat bangga atas kedua pencapaian tersebut," katanya.

Bagi Indonesia, kekalahan Jonatan tentu menyisakan kekecewaan. Apalagi final itu menjadi kesempatan besar bagi tunggal putra tuan rumah untuk kembali berjaya di hadapan publik sendiri.

Kekalahan Jojo memperpanjang paceklik tunggal putra Indonesia sejak Simon Santoso meraih podium tertinggi di Istora pada 2012.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kelewat Batas Wajar! Kotak Lampu Lalu Lintas di Kota Bandung Dicuri, Walkot Farhan Murka

Kelewat Batas Wajar! Kotak Lampu Lalu Lintas di Kota Bandung Dicuri, Walkot Farhan Murka

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.