Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Pertahankan BBM Bersubsidi untuk Rakyat Kecil di Tengah Ancaman Krisis Global

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 21:27 WIB | Oleh:
Prabowo Pertahankan BBM Bersubsidi untuk Rakyat Kecil di Tengah Ancaman Krisis Global Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU COCO Cikini, Jakarta, Senin (6/4). Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, meski minyak mentah dunia tengah bergejolak imbas perang di Timur Tengah.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berupaya menjaga agar bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya pada kelompok tidak mampu.

"Menteri-menteri ekonomi saya melaporkan bahwa BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita," ujar Prabowo saat menyampaikan Taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, di Jakarta, Rabu (8/4).

Adapun untuk kelompok masyarakat yang mampu, Prabowo mengatakan mereka bisa membeli BBM nonsubsidi. "Orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, ya dia harus bayar harga pasar," ucapnya.

Prabowo memastikan bahwa pasokan energi untuk masyarakat tetap aman di tengah situasi panas konflik Timur Tengah dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz.

Selain mencari sumber alternatif pasokan, Indonesia juga memanfaatkan kekayaan alam di dalam negeri untuk menjamin ketahanan energi.

"Sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa mencari alternatif lain. Selain, kita punya kekuatan dalam negeri yang sangat kuat," ujar Prabowo.

Kepala Negara menuturkan Indonesia dikaruniai tanah subur dan sumber daya alam yang melimpah.

Dari dalam tanah, Indonesia memiliki batu bara yang bisa diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti minyak dan gas. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, jagung, hingga singkong juga dapat menjadi sumber energi alternatif.

"Cadangan-cadangan kita sangat besar. Bahkan batu bara kita pun banyak sekali dan dari batu bara kita bisa menghasilkan solar. Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, singkong, jagung," ucapnya. .

Meski tetap tenang, pemerintah senantiasa bekerja keras untuk menjamin kebutuhan energi masyarakat.

Bahkan, kata Kepala Negara, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah agar Indonesia dapat bertahan di tengah gejolak global.

"Pak Bahlil (Menteri ESDM) bilang aman. Tenang, aman, tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai. Tidak. Kita bekerja, kita waspada," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.