Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
📅 Jumat, 05 Jun 2026, 06:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBos Mercedes Toto Wolff pun memilih meredam ekspektasi. "Monako berbeda dari semua sirkuit lainnya. Mobil yang kompetitif di tempat lain belum tentu akan kompetitif di sini," kata Wolff. "Selisih waktunya sangat kecil, tetapi konsekuensi kesalahannya sangat besar."
Musim lalu, Russell hanya mampu finis di posisi ke-11, sementara Antonelli terpuruk di urutan ke-18. Catatan tersebut menjadi pengingat bahwa Monako sering menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.
Bagi Ferrari, GP Monako menghadirkan kesempatan emas untuk meraih kemenangan pertama sejak Carlos Sainz menjuarai GP Meksiko pada 2024.
Selain itu, hasil positif akan semakin mengukuhkan kebangkitan Ferrari di era regulasi hybrid terbaru Formula 1.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti tradisi di Monako, sesi kualifikasi pada Sabtu diperkirakan menjadi faktor paling menentukan dalam perebutan kemenangan. Posisi start yang baik sering kali lebih penting dibandingkan kecepatan balapan karena sulitnya melakukan manuver menyalip di lintasan tersebut.
Meski demikian, musim ini Formula 1 memperkenalkan sistem mode menyalip baru yang berpotensi membuat balapan lebih menarik.
Fitur tersebut memberikan tambahan energi listrik sebesar 0,5 MJ kepada pembalap yang berada dalam jarak satu detik dari mobil di depannya, sehingga membuka peluang lebih besar untuk melakukan overtaking.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ferrari dan Mercedes bukan satu-satunya kandidat juara akhir pekan ini. McLaren yang merupakan tim tersukses sepanjang sejarah GP Monako dengan 16 kemenangan juga diperkirakan akan menjadi pesaing serius.
Musim lalu, pembalap McLaren, Lando Norris, mendominasi balapan dengan meraih pole position, kemenangan, dan catatan lap tercepat sekaligus.
Tim asal Woking itu memiliki motivasi tambahan karena tengah merayakan ulang tahun ke-60 serta start ke-1.000 mereka di Formula 1.
Sementara itu, Red Bull tetap tidak bisa diabaikan. Selain memiliki Max Verstappen yang telah dua kali menjuarai GP Monako, tim asal Austria tersebut juga mengandalkan talenta muda Prancis, Isack Hadjar.
Hadjar tampil mengesankan musim lalu dengan memulai balapan dari posisi kelima dan mengakhiri lomba di urutan keenam pada musim debutnya.
GP Monako tahun ini juga menandai dimulainya rangkaian padat enam balapan dalam delapan pekan ke depan. Setelah meninggalkan Monte Carlo, seluruh tim akan langsung menuju Barcelona untuk seri berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!