'Tak Ada yang Bisa Saya Ajarkan Lagi': Kisah Pelatih Masa Kecil Messi yang Memilih Pensiun Dini
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraROSARIO – Banyak pelatih bermimpi menemukan pemain hebat yang mampu mengubah sejarah sepak bola. Namun bagi Enrique Dominguez, pengalaman melatih seorang bocah bernama Lionel Messi justru membuatnya memutuskan pensiun lebih cepat.
Dominguez masih berusia 45 tahun ketika Messi mulai menunjukkan bakat luar biasa di kampung halamannya, Rosario, Argentina. Setelah menyaksikan secara langsung kemampuan bocah yang kelak menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa itu, sang pelatih merasa karier kepelatihannya telah mencapai puncak.
“Suatu hari seseorang bertanya kepada saya, ‘Apa yang Anda lihat dari hasil didikan Anda ketika melihat Leo bermain?’ Jawabannya, tidak ada. Karena memang tidak ada yang perlu diajarkan kepadanya. Dia sudah mengetahui semuanya,” kata Dominguez kepada AFP.
“Apa yang dilakukan Leo di lapangan saat ini, sudah dia lakukan ketika berusia 12 tahun.”
Menjelang penampilan keenamnya di Piala Dunia bersama Tim Nasional Argentina, kisah masa kecil Messi kembali menjadi perhatian publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lahir sebagai anak ketiga dari empat bersaudara di kota Rosario, Messi tumbuh di kawasan kelas pekerja La Bajada. Rumah masa kecilnya kini menjadi tujuan wisata para pecinta sepak bola dari berbagai penjuru dunia.
Di seluruh penjuru Rosario, wajah dan perjalanan hidup sang bintang menghiasi mural-mural raksasa di dinding bangunan. Salah satu mural bahkan bertuliskan, “Dari galaksi lain, tetapi berasal dari lingkungan kami.”
Tak jauh dari rumah masa kecil Messi tinggal salah seorang sahabatnya, Walter Barrera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Barrera mengenang masa kecil mereka yang penuh petualangan. Salah satunya adalah kebiasaan mencari jalan pintas menuju sekolah dengan melewati lubang yang mereka buat di pagar kawat berduri sebuah pangkalan militer.
Suatu ketika, keduanya sempat dikejar seorang tentara yang berjaga. “Kami memang sedikit nakal, tetapi bukan anak-anak yang buruk,” kenangnya sambil tertawa.
Bersama teman-temannya, Messi kecil sempat mencoba berbagai olahraga, mulai dari rugby, bisbol hingga footvolley. Namun bakat sepak bolanya sudah terlihat jauh melampaui anak-anak seusianya.
“Kami tahu dia akan menjadi besar. Dia benar-benar luar biasa,” ujar Barrera.
Pada usia lima tahun, kelincahan dan kecepatan gerakan bocah yang dijuluki La Pulga atau “Si Kutu” karena posturnya yang kecil sudah menjadi bahan pembicaraan di klub lokal tempatnya bermain.
Tak lama kemudian, Messi bergabung dengan akademi muda Newell's Old Boys, klub yang hingga kini masih ia dukung dengan penuh kecintaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!