'Tak Ada yang Bisa Saya Ajarkan Lagi': Kisah Pelatih Masa Kecil Messi yang Memilih Pensiun Dini
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 06:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraDi sanalah ia bertemu Dominguez, yang kemudian menyebut Messi sebagai “hadiah dari Tuhan”. “Bagi saya, dia seperti hadiah dari Tuhan,” kata pelatih yang kini berusia 72 tahun itu.
Meski bakatnya begitu menonjol, perjalanan Messi menuju puncak tidaklah mudah.
Pelatih lain di Newell's, Adrian Coria, mengingat bagaimana keluarga Messi kerap menghadapi kesulitan ekonomi. Ayahnya, Jorge Messi, yang bekerja di pabrik, beberapa kali mengaku tidak yakin bisa mengantar putranya berlatih karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli bahan bakar kendaraan.
Situasi semakin sulit ketika keluarga mengetahui bahwa Messi mengalami defisiensi hormon pertumbuhan, kondisi yang berpotensi menghambat karier sepak bolanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Leo 40 sentimeter lebih pendek dibandingkan rekan-rekan setimnya dan berat badannya sekitar 15 kilogram lebih ringan. Untuk seorang pemain sepak bola, itu sangat berat,” ujar Coria.
Ibunya, Celia Maria Cuccittini, bekerja sebagai petugas kebersihan, sementara keluarga berjuang mencari cara untuk membiayai pengobatan sang anak.
Harapan datang ketika Messi mendapat kesempatan mengikuti seleksi di akademi muda Barcelona, yakni La Masia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Klub Catalan tersebut langsung terkesan dengan kemampuan Messi dan setuju menanggung biaya pengobatan hormon pertumbuhannya.
Pada tahun 2000, ketika baru berusia 13 tahun, Messi pindah ke Spanyol untuk memulai petualangan yang kemudian mengubah sejarah sepak bola dunia.
Sejak saat itu, ia tidak lagi tinggal di Argentina. “Dia tahu apa yang diinginkannya,” kata Coria. “Dia ingin menjadi pesepak bola. Dia ingin menjadi yang terbaik.”
Dua dekade lebih kemudian, ambisi itu telah terwujud. Dari bocah kecil di Rosario yang kesulitan membayar ongkos latihan, Messi menjelma menjadi juara dunia, peraih delapan Ballon d'Or, dan ikon sepak bola global. Namun bagi para pelatih yang mengenalnya sejak kecil, kehebatan itu bukanlah kejutan.
Mereka sudah melihatnya sejak hari pertama ketika seorang anak mungil bernama Leo berlari membawa bola dan melakukan hal-hal yang tak mampu dilakukan pemain lain seusianya. Bahkan, menurut Dominguez, sejak saat itu sudah tidak ada lagi yang perlu diajarkan kepadanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!