Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merespons Aduan Warga dengan Bersih-bersih Sampah di Pantai Losari

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 22:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merespons Aduan Warga dengan Bersih-bersih Sampah di Pantai Losari Doc: Antara
Ket. Upaya pembersihan pesisir Pantai Losari oleh personil Kecamatan Ujung Pandang di Makassar, Selasa (3/06/2026).

Makassar - Pemerintah Kota Makassar melalui Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang bergerak membersihkan sampah Pantai Losari merespons laporan di media sosial terkait tumpukan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Losari, Selasa.

Aksi pembersihan langsung dilakukan oleh petugas kebersihan dan satuan tugas (Satgas) Kecamatan Ujung Pandang untuk mengangkut sampah yang menumpuk di bibir pantai dan perairan sekitar kawasan wisata ikonik tersebut.

"Kami dari Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Kecamatan Ujung Pandang, sudah semaksimal mungkin untuk menjaga, membersihkan wilayah-wilayah, terutama di Anjungan Pantai Losari," ujar Camat Ujung Pandang Nanin Sudiar merespons sampah di pesisir Anjungan Losari di Makassar, Selasa.

Sebelumnya, warganet melaporkan kondisi memprihatinkan di Pantai Losari dengan banyaknya sampah yang terbawa arus laut hingga menumpuk di sepanjang pesisir.

Bahkan, sebuah kasur yang dibuang ke laut dan terdampar di kawasan Pantai Losari mengganggu estetika kota. Hal itu, ditindak lanjut dan pihak kecamatan mengejutkan tim petugas kebersihan menangani secara cepat.

"Petugas kebersihan tim Kecamatan Ujung Pandang terjun ke lokasi. Di kawasan Pantai Losari, tim kami juga mengoperasikan dua unit perahu Pattasaki yang bertugas mengangkut sampah-sampah yang dibuang ke laut," jelas Nanin.

Menurutnya, berbagai jenis sampah masih ditemukan setiap hari di kawasan pesisir, mulai dari sampah plastik hingga barang-barang berukuran besar yang sengaja dibuang ke laut.

Nanin menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang menumpuk di Pantai Losari merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari berbagai wilayah pesisir dan saluran kanal yang bermuara ke laut.

Sampah kiriman ini bukan hanya berasal dari pulau, tetapi juga dari kawasan permukiman yang berada di pesisir maupun di sepanjang kanal.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut," lanjutnya.

Nanin menegaskan, kebiasaan membuang sampah ke laut tidak hanya mencemari lingkungan dan merusak habitat laut, tetapi juga membutuhkan tenaga, waktu, dan anggaran yang besar untuk proses pembersihannya.

Guna mendukung kebersihan kawasan wisata tersebut, Kecamatan Ujung Pandang mengerahkan ratusan personel kebersihan yang tersebar di sejumlah wilayah kerja.

Jumlah personel satgas di Kecamatan Ujung Pandang lebih dari 300 orang yang terdiri dari penyapu jalan, petugas armada, operator truk, dan petugas kebersihan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.