DPR Bela Kunjungan Luar Negeri Prabowo Strategi Diplomasi Tak Bisa Disamakan
📅 Rabu, 03 Jun 2026, 16:25 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyebutkan, setiap kepemimpinan di pemerintahan memiliki strategi dan urgensi masing-masing dalam membangun diplomasi, khususnya terkait dengan kebijakan kunjungan ke luar negeri (LN).
"Presiden Prabowo memiliki cara tersendiri dalam membangun hubungan baik dengan negara-negara sahabat. Maka dari itu, strategi tiap pemimpin tentunya berbeda-beda," katanya di kompleks parlemen di Jakarta, Rabu (3/6), ketika merespon seputar kritik terkait frekuensi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke LN.
Selain itu, lanjutnya, hal itu terkait dengan situasi dan perkembangan serta dinamika global, baik situasi yang ada di dalam negeri maupun juga situasi dan dinamika yang ada dalam konteks global.
Dia mengatakan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden tidak bisa dibandingkan antara satu dengan yang lainnya. Terlebih lagi, dia menilai, situasi hari ini mengharuskan Presiden membangun hubungan intensif dan serius.
"Karena terkait dengan kondisi di dalam maupun juga kondisi global yang memang dinamikanya sangat tinggi," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan alasan Presiden Prabowo Subianto cukup sering melakukan kunjungan luar negeri adalah untuk membangun hubungan yang kuat dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
"Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan, tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," kata Teddy.
Menurutnya, perkembangan dunia global sangat dinamis setiap harinya. Oleh karena itu, Presiden telah memiliki jadwal tahunan yang sudah dapat dipastikan dan jadwal mendesak yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri dan luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu disampaikan Teddy guna merespons kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa hal yang menjadi sorotan, yaitu pembiayaan kunjungan luar negeri, jumlah rombongan yang ikut dalam dinas luar negeri, transparansi jadwal kunjungan, frekuensi ke berbagai negara dalam 1,5 tahun, hingga usul agar memanfaatkan bertemu kepala negara lain dalam forum internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!