Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Sama Jakbar-Sidoarjo dalam Penerapan Eco Lindi dalam Mengatasi Bau Sampah

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 23:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Sama Jakbar-Sidoarjo dalam Penerapan Eco Lindi dalam Mengatasi Bau Sampah Doc: Antara
Ket. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menerapkan inovasi teknologi eco lindi guna mengatasi bau menyengat yang ditimbulkan dari tumpukan sampah.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan teknologi itu telah diterapkan di sejumlah titik, termasuk kawasan Tambora dan Bank Sampah Induk Bambu Larangan. 

Eco lindi merupakan cairan ramah lingkungan yang mengandung bakteri pengurai untuk menetralkan bakteri penyebab bau pada tumpukan sampah.

Iin menyebutkan untuk memperkuat implementasi program tersebut, Pemkot Jakarta Barat juga menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja bersama para camat, lurah, serta jajaran terkait. Selain itu, nantinya juga dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Pilah Sampah, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Sebagai bagian dari program itu, setiap kelurahan ditargetkan punya minimal satu RW percontohan dalam penerapan Gerakan Pilah Sampah sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021," kata Iin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, dia menuturkan volume sampah di Jakarta Barat saat ini mencapai sekitar 2.200 ton per hari.

Menurut dia, sebagian besar timbulan sampah tersebut berupa sampah organik dan anorganik, yang seharusnya dapat dikelola sejak dari sumbernya.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan slogan. Penanganan sampah harus dilakukan secara nyata dan melibatkan seluruh pihak agar persoalan sampah dapat diselesaikan bersama,” tegas Iin.

Sementara itu, ​Pemkab Sidoarjo yang diwakili oleh Asisten Pembangunan Pemkab Sidoarjo M Bahrul Amig menyarankan agar Pemkot Jakarta Barat mengadopsi konsep burden sharing atau berbagi beban penanganan limbah antara pemerintah dan warga, merujuk pada Pasal 12 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 yang mewajibkan setiap individu mengelola sampahnya secara berwawasan lingkungan.

Di Sidoarjo, kata dia, pengelolaan operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sudah didesentralisasikan penuh ke tingkat desa melalui iuran mandiri warga (Polluter Pays Principle), sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya fokus pada pembiayaan aset (Capex) serta pengangkutan residu akhir ke TPA.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menerapkan skema insentif-disinsentif tarif TPA berdasarkan berat dan jenis sampah untuk memaksa pengelola sampah menghentikan budaya lama "kumpul-angkut-buang".

Skema insentif-disinsentif itu menekankan pembagian tanggung jawab pengelolaan sampah antara pemerintah dan masyarakat secara berkelanjutan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.