Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Diberitakan Telah Mengawal 70 Kapal Lintasi Selat Hormuz

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Diberitakan Telah Mengawal 70 Kapal Lintasi Selat Hormuz Doc: Kent NISHIMURA/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam tiga pekan terakhir, The New York Times (NYT) melaporkan, mengutip pejabat Komando Pusat AS (CENTCOM).

Sebelumnya, CENTCOM membantah laporan mengenai dimulainya kembali pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Menurut sumber yang dikutip NYT, tidak diungkapkan kapal mana yang melintasi selat tersebut maupun rute yang ditempuh. Seorang pejabat hanya mengonfirmasi bahwa sedikitnya satu kapal melewati wilayah dekat pantai Iran.

Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan terus memantau lalu lintas kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut terjadi di tengah upaya meredakan ketegangan antara AS dan Iran.

Pada 29 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut.

Namun, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa militer AS tetap melanjutkan blokade meski ada pengumuman tersebut.

Pekan ini, pejabat AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Iran juga berkomitmen membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.

Disepakati pula bahwa pengiriman melalui Selat Hormuz tidak akan dikenai pungutan apa pun.

Bertukar Pesan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Minggu (31/5) mengatakan Iran dan Amerika Serikat (AS) terus bertukar pesan terkait kemungkinan tercapainya sebuah kesepakatan.

“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” kata Araghchi melalui Telegram.

Pada Jumat pagi di Washington, Presiden AS, Donald Trump menggelar pengarahan intelijen dan menyatakan bahwa ia akan mengambil keputusan final terkait isu Iran. Namun, media-media AS kemudian melaporkan bahwa sebenarnya belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.

Sementara itu, The New York Times, Minggu, melaporkan bahwa Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat untuk kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran serta menyampaikan proposal baru kepada Teheran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.