Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertanian Bantul Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produktivitas

📅 Senin, 01 Jun 2026, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertanian Bantul Naik Kelas, Teknologi Jadi Kunci Dongkrak Produktivitas Doc: ANTARA/Hery Sidik.
Ket. Petani menggarap lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Optimalisasi teknologi budidaya pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor pertanian di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Pemanfaatan teknologi, mulai dari penggunaan benih unggul, sistem irigasi modern, hingga pertanian berbasis digital, dapat membantu petani mengelola usaha tani secara lebih presisi dan efektif.

Selain meningkatkan hasil panen, penerapan teknologi juga berpotensi menekan biaya produksi, mengurangi risiko gagal panen, serta memperkuat ketahanan pangan.

Dengan dukungan pendampingan dan akses teknologi yang memadai, modernisasi budidaya pertanian dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perdesaan.

Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan peran teknologi budidaya pertanian mampu meningkatkan produktivitas hasil panen para petani di wilayah Bantul sehingga menunjang pembangunan daerah sekaligus memudahkan dalam proses perawatan tanaman.

"Sektor pertanian di Kabupaten Bantul termasuk sektor strategis sebagai salah satu penunjang pembangunan daerah, sehingga produktivitasnya sangat diprioritaskan," kata Halim, di Yogyakarta, Minggu (31/5).

Menurutnya, kontribusi sektor pertanian di Bantul cukup besar dan bertumbuh dari segi produktivitas, seiring dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti industri, perdagangan, jasa, hingga pariwisata.

"Dulu luas lahan pertanian kita lebih dari 30 ribu hektare, produktivitas rata-rata hanya sekitar 3-4 ton gabah kering per hektare, sekarang lahan pertanian tinggal sekitar 14 ribu hektare, justru produksi pertanian meningkat menjadi rata-rata 8 ton per hektare,” katanya.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran teknologi pertanian, mulai dari penggunaan bibit unggul, pengolahan lahan, penerapan teknologi budidaya, hingga metodologi penanaman yang semakin maju.

"Teknologi budidaya pertanian dapat meningkatkan produktivitas petani, meskipun lahan pertanian semakin menyempit, produksi justru semakin besar," jelas Halim.

Tata ruang daerah, lanjut dia, juga harus terus diatur agar seluruh sektor ekonomi yang tumbuh di Bantul tidak berdampak atau mengorbankan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bantul Joko Waluyo menambahkan pemanfaatan teknologi pertanian di Bantul telah dilakukan beberapa tahun lalu, di antaranya melalui inovasi sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis IoT (Internet of Things).

"Teknologi itu diterapkan di lahan pertanian di daerah Kretek, Parangtritis, Bantul dan beberapa daerah lainnya," katanya.

Menurutnya, mayoritas lahan yang menerapkan teknologi tersebut ditanami tanaman cabai dan bawang merah yang tidak hanya menyirami tetapi sekaligus memberi pupuk dan tambahan nutrisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jalan Tol Bayung Lencir akan Menghubungkan Sumsel-Jambi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jalan Tol Bayung Lencir aka...
Daerah
UB Kembangkan Bilik Toilet ...
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.