Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sawah Terancam Kering, Kementan Pasang 16 Pompa Demi Selamatkan Panen

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawah Terancam Kering, Kementan Pasang 16 Pompa Demi Selamatkan Panen Doc: ANTARA/HO-Kementan
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) menyiagakan sumur submersible dan 16 pompa irigasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

JAKARTA – Antisipasi kekeringan di sektor pertanian menjadi langkah krusial untuk menjaga produktivitas pangan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.

Upaya seperti optimalisasi irigasi, pembangunan embung, penggunaan varietas tahan kering, hingga penyesuaian pola tanam perlu dilakukan secara terpadu agar dampak penurunan curah hujan dapat diminimalkan.

Strategi mitigasi yang dilakukan sejak dini tidak hanya melindungi hasil panen petani, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiagakan sumur submersible dan 16 pompa irigasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk mengatasi kekeringan, menjaga pasokan air lahan sawah, serta mengamankan produksi padi selama musim kemarau.

"Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah sentra produksi padi di Kabupaten Subang," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (12/7).

Untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian sekaligus mengamankan produksi padi, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) mengeksekusi pengeboran sumur submersible serta menyiagakan 16 unit pompa irigasi yang akan didistribusikan di enam kecamatan terdampak.

Amran meminta seluruh jajaran Kementan memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau. Ia menegaskan setiap laporan kekeringan harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi puso yang dapat mengganggu produktivitas pertanian dan menghambat upaya mewujudkan swasembada pangan.

"Kita tidak boleh menunggu sampai kekeringan meluas," katanya menegaskan.

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Ditjen LIP langsung menerjunkan tim ke Kabupaten Subang untuk melakukan survei di sejumlah wilayah terdampak.

Setelah dilakukan pemetaan potensi air tanah melalui survei geolistrik, Ditjen LIP bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pengeboran sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara. Sumur tersebut diharapkan menjadi sumber air baru bagi lahan sawah tadah hujan yang selama ini tidak terlayani jaringan irigasi.

PPL Desa Manyingsal, Agus Hermawan, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementan dalam menangani ancaman kekeringan di wilayahnya.

"Alhamdulillah atas cepat tanggapnya dari Kementerian Pertanian, hari ini langsung dibuatkan sumur submersible di Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang untuk menangani kekurangan air," kata Agus.

Petani Desa Manyingsal, Taryo, mengatakan kekeringan yang melanda wilayahnya cukup parah karena sumber air dari sumur bor yang selama ini dimanfaatkan warga telah mengering.

Menurut Taryo, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) bergerak cepat merespons kondisi tersebut dengan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Efek Ganda B50 Menggeliat, ...
Nasional
Menkes Sebut Deteksi Aktif ...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.