Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Super El Niño Dapat Meningkatkan Kasus Hantavirus

📅 Senin, 01 Jun 2026, 17:32 WIB | Oleh:

Tikus rusa berbeda dari tikus rumah, yang biasanya tidak membawa hantavirus, kata Ahli Entomologi dan Direktur Teknis Nasional Orkin, Shannon Sked kepada Newsweek . Namun, tikus rusa, yang juga dikenal sebagai tikus ladang, masih dapat menjadi hama di dalam ruangan, terutama selama bulan-bulan musim dingin ketika suhu yang lebih dingin memaksa mereka masuk ke dalam rumah.

Tikus rusa mendapatkan air yang mereka butuhkan untuk hidrasi dari makanan mereka, tetapi peningkatan curah hujan akan meningkatkan vegetasi yang mereka makan dan gunakan sebagai tempat berlindung, kata Sked, yang dapat meningkatkan jumlah populasi mereka.

Cara termudah untuk membedakan tikus rumah dan tikus rusa adalah warnanya, kata Sked. Tikus rusa adalah tikus dwikolor. Mereka akan berwarna abu-abu atau cokelat dengan perut putih. Tikus rumah biasanya berwarna abu-abu atau cokelat.

Sked mengatakan, kehati-hatian diperlukan saat membersihkan kotoran tikus. Karena kotoran dapat menyimpan virus hantavirus hingga 6 hari, mereka yang membersihkan lokasi kejadian harus selalu menganggap kotoran tersebut masih baru.

"Gunakan cairan pembersih tangan sebelum membersihkan," katanya.

Pertahanan terbaik adalah mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Tikus dapat menyelinap melalui lubang sekecil koin sepuluh sen.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Para ahli kesehatan masyarakat menekankan bahwa meskipun kondisi lingkungan mendukung peningkatan populasi hewan pengerat, infeksi hantavirus di AS tetap jarang terjadi dan sebagian besar dapat dicegah dengan tindakan pencegahan dasar. Menghindari kontak dengan hewan pengerat liar, menutup celah di rumah, dan menggunakan tindakan perlindungan yang tepat—seperti ventilasi ruang tertutup dan menghindari menyapu atau menyedot kotoran tanpa disinfektan—dapat secara signifikan mengurangi risiko.

Dampak penuh El Niño terhadap AS dan, pada gilirannya, terhadap populasi tikus rusa masih belum dapat dipastikan. Meskipun infeksi yang berakibat fatal jarang terjadi, Seifert memperingatkan bahwa penyakit mematikan ini masih dapat terjadi.

"Orang-orang menganggap penyakit 'langka' sebagai sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi, dan meskipun risiko HPS pada individu rendah, belum pernah ada satu tahun pun tanpa kasus HPS di Amerika Serikat sejak virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1993," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.