Arsenal Gagal di Final Liga Champions, Arteta Serukan Pembenahan Tim
📅 Senin, 01 Jun 2026, 05:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKetiganya menjadi bagian penting dari produktivitas PSG yang mencetak 45 gol di Liga Champions musim ini, menyamai rekor sepanjang masa yang sebelumnya dibuat oleh FC Barcelona pada musim 1999/2000.
Selain kualitas pemain, Arsenal juga diyakini perlu melakukan penyesuaian terhadap pendekatan permainan mereka.
Musim ini The Gunners tampil sangat solid secara defensif. Sebelum final, mereka tidak terkalahkan dalam satu pertandingan pun di Liga Champions dan hanya kebobolan tujuh gol, termasuk penalti Dembele yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Namun statistik final menunjukkan sisi lain yang menjadi perhatian. Arsenal hanya menguasai 25 persen penguasaan bola dan mencatatkan satu tembakan tepat sasaran selama 120 menit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fakta tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang membawa mereka hampir meraih gelar memang bisa menghasilkan kesuksesan, tetapi belum tentu menjadi formula terbaik untuk mendominasi kompetisi dalam jangka panjang.
Gelandang PSG, Joao Neves, bahkan menilai timnya menjadi satu-satunya pihak yang benar-benar berusaha memainkan sepak bola menyerang dalam final tersebut.
"PSG adalah satu-satunya tim yang ingin bermain," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arsenal juga diuntungkan oleh jalur menuju final yang relatif lebih ringan dibandingkan PSG. Ke depan, lawan-lawan mereka akan semakin memahami cara meredam kekuatan Arsenal, terutama ancaman bola mati yang selama ini menjadi senjata utama tim London Utara tersebut.
Sepak bola terus berkembang, dan klub yang berhenti beradaptasi akan segera tertinggal. Hal itu juga disadari PSG meski mereka baru saja mencapai puncak.
"Mungkin status itu tidak akan bertahan lama. Sepak bola seperti ini, hari ini benar, besok bisa menjadi kebohongan. Namun hari ini kami bisa mengatakan bahwa kami adalah yang terbaik di Eropa," kata Vitinha.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa bahkan tim terbaik pun harus terus berkembang.
Arteta memahami kenyataan itu. Meski sempat menyinggung beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya, ia menolak menjadikan faktor tersebut sebagai alasan utama kegagalan.
"Kami harus menjadi lebih baik. Kami harus berkembang dan menemukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang kami inginkan," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!