Hasil Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal Bermain Seri 1-1, Berlanjut ke Extra Time
📅 Minggu, 31 Mei 2026, 01:40 WIB | Oleh: Opik
Doc: AFP/ADRIAN DENNIS
JAKARTA - Pertandingan Final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Budapest, berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Arsenal langsung mengejutkan PSG sejak awal laga. Gol cepat tercipta pada menit ke-5 melalui aksi individu Kai Havertz.
Havertz menusuk lini pertahanan PSG sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Matvey Safonov. Gol tersebut membawa The Gunners unggul 1-0 dan membuat mereka tampil lebih percaya diri di sisa babak pertama.
Masuk babak kedua, PSG tingkatkan intensitas serangan untuk mengejar kekalahan. Berdasarkan data, skuad PSG mendominasi 72 persen penguasaan bola pada jalannya laga dengan berbanding terbalik dengan Arsenal yang cuma 28 persen ball possession.
Tekanan bertubi-tubi dari PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65 setelah wasit Daniel Siebert menunjuk titik putih usai pelanggaran di kotak terlarang yang sempat ditinjau VAR. Ousmane Dembélé yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tembakan mendatarnya ke sisi kiri gawang gagal dihentikan David Raya, membuat skor berubah menjadi 1-1.
Laga antara Arsenal F.C. dan Paris Saint-Germain (PSG) kini harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time) setelah kedua tim saling balas gol dalam pertandingan penuh tensi tinggi, Sabtu (30/5) malam WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pusat Perhatian
Sebelumnya diberitakan, Declan Rice dan Vitinha akan menjadi pusat perhatian penonton dan pengamat sepak bola ketika Arsenal dan Paris Saint Germain berhadapan dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5).
Jika pelatih Arsenal Mikel Arteta menyebut Rice sebagai rekrutmen terpenting The Gunners yang membuktikan betapa seriusnya Arsenal mengubah diri menjadi terbaik di Liga Inggris, maka pelatih PSG Luis Enrique menyanjung Vitinha sebagai pemain istimewa di antara para pemain bagus yang dimilikinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Baik Rice maupun Vitinha adalah figur-figur sentral di balik sukses Arsenal dan Paris Saint Germain dalam dua musim terakhir.
Jika Vitinha mengantarkan PSG menjuarai Liga Champions tahun lalu, yang adalah pertama bagi klub Ligue 1 Prancis ini, maka Rice adalah figur menonjol di balik sukses besar Arsenal dalam mematahkan kutukan 22 tahun tak menjuarai Liga Premier.
Namun, masa kedua pemain dalam memberi dampak positif besar kepada timnya, tidaklah sama.
Kalau Vitinha mesti sabar menunggu untuk membawa dampak besar kepada PSG sampai superstar Neymar dan Lionel Messi hengkang dari PSG (ditambah Kylian Mbappe setahun kemudian), maka Rice langsung mengubah diri menjadi imbuhan vital bagi batalyon tempur Mikel Arteta yang merajai Liga Inggris musim ini.
Keduanya sama-sama berhasil memutar bandul peruntungan berayun ke arah tim mereka.
Walau sukses tim bukan semata karena andil mereka, keberadaan Rice di Arsenal dan Vitinha di PSG membuat apa yang sebelumnya sulit dicapai menjadi lebih mudah untuk direngkuh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!