Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelemahan Rupiah dan Konflik Global, Wamenpar Beberkan Peluang Baru bagi Pariwisata Indonesia

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelemahan Rupiah dan Konflik Global, Wamenpar Beberkan Peluang Baru bagi Pariwisata Indonesia Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam BBTF 2026 di Badung, Bali, Sabtu (30/5).

Badung – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) justru dapat menjadi peluang bagi sektor pariwisata Indonesia karena membuat destinasi wisata domestik semakin menarik bagi wisatawan mancanegara.

"Kami melihat kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia karena dapat meningkatkan daya tarik wisata bagi wisatawan asing," kata Ni Luh Puspa saat menghadiri Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (30/5).

Menurut dia, kurs rupiah yang lebih rendah membuat biaya berwisata di Indonesia menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan asing. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kementerian Pariwisata terus menggencarkan promosi melalui misi penjualan dan partisipasi dalam berbagai pameran internasional guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

"Situasi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk semakin menarik dikunjungi wisatawan, bahkan dengan lama tinggal yang lebih panjang dibandingkan biasanya," ujarnya.

Meski demikian, Ni Luh mengakui pelemahan rupiah tidak terlepas dari dinamika geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Namun, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kinerja sektor pariwisata pada triwulan I 2026 masih menunjukkan tren positif dengan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah berharap capaian positif tersebut berlanjut pada triwulan II 2026, baik dari sisi kunjungan wisatawan maupun perolehan devisa pariwisata.

Di tengah ketidakpastian global, Kementerian Pariwisata juga mendorong pelaku industri untuk memperkuat pasar wisatawan jarak dekat (short-haul) dan menengah (medium-haul), terutama dari negara-negara tetangga.

"Perkuat pasar short-haul dan medium-haul sebagai substitusi pasar Eropa, Amerika, dan Timur Tengah yang mengalami tekanan akibat situasi geopolitik," kata Ni Luh.

Ia mengungkapkan wisatawan dari pasar short-haul dan medium-haul menunjukkan peningkatan pada triwulan pertama 2026, sementara kunjungan dari kawasan Timur Tengah mengalami penurunan.

Karena itu, pelaku industri pariwisata diminta tetap optimistis dan terus berkolaborasi dalam memanfaatkan peluang yang muncul di tengah berbagai tantangan global.

Ekspektasi Suku Bunga

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, memperkirakan rupiah berpeluang mengalami penguatan kembali (rebound) ke kisaran Rp16.800-Rp17.200 per dollar AS pada semester II 2026 apabila sejumlah faktor pendukung terpenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.