Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Final Liga Champions, Perhatikan Bagian Paling Seksi

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di bawah asuhan Luis Enrique, Vitinha sudah menemukan sebuah ekosistem sempurna, yakni sistem bermain yang amat menekankan penguasaan bola tapi lebih menekankan kecerdikan ketimbang intensitas dan penguasaan bola ketimbang kemelut.

Dia terus bertransformasi dari pemain biasa-biasa saja sewaktu bersama Wolverhampton di Inggris, menjadi pemain yang sangat berpengaruh bagi timnya kala bersama Porto di Portugal, dan puncaknya bersama PSG di Prancis.

Di Liga Prancis, dia adalah pakarnya dalam bagaimana bola dialirkan secara efektif dari tengah ke depan. Dia juga hebat dalam mengkreasi assist dan peluang.

Vitinha juga pengatur tempo permainan yang andal nan mumpuni dalam mengontrol wilayah permainan. Itu semua membuat pemain-pemain lain PSG berubah menjadi lebih baik dan lebih kompak. Bahkan jauh lebih baik dibanding ketika masih dikerumuni Neymar, Messi, dan Mbappe.

Dalam tim yang dipenuhi talenta menyerang, Vitinha adalah alasan bola sampai ke tempat yang seharusnya dan pada waktu yang tepat pula.

Peran kurang lebih sama dijalankan Rice di Arsenal, yang menitikberatkan pertahanan yang solid sebagai fondasi sukses mereka.

Rice bahkan memiliki kemampuan memimpin tim yang membuat The Gunners menjadi menjadi tim yang lebih kohesif dan lebih solid, walau dia hanya menjadi "kapten nomor tiga" di bawah Martin Odegaard dan Bukayo Saka.

Dia nyaris sempurna menjalankan peran gelandang bertahan murni (pemain nomor 6) dan sekaligus menjalankan peran gelandang box to box yang aktif membantu serangan dan menekan lawan (nomor 8).

Berkat peran besarnya dan teladannya di lapangan yang tak lelah menjelajahi lapangan sampai dijuluki "si kuda", Rice dianggap potongan hilang yang menyatukan Arsenal hingga menjelma menjadi tim yang lebih kuat dan maut.

Mantan gelandang Arsenal Adrian Clarke sampai berkata, "tak ada Rice, tak ada gelar juara," yang menunjukkan betapa vitalnya Rice untuk Arsenal.

Oleh karena itu, final Liga Champions pada Sabtu malam nanti tak saja tentang Arsenal dan PSG serta siapa yang mencetak gol atau kiper mana yang lebih tangguh, tapi juga tentang bagaimana Rice dan Vitinha menggambar corak dan alur pertandingan.

Penampilan mereka akan menjadi bagian terseksi dalam pertandingan final Liga Champions 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Adat dan Budaya Bisa Jadi Kekuatan Membangun Keharmonisan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Adat dan Budaya Bisa Jadi K...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.