Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi RI sampai Rp5,03 Triliun, UMKM hingga Horeka Ikut Terdongkrak

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 19:52 WIB | Oleh:
Piala Dunia 2026 Putar Ekonomi RI sampai Rp5,03 Triliun, UMKM hingga Horeka Ikut Terdongkrak Doc: ANTARA/HO-TVRI Sulsel
Ket. Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 yang digelar TVRI Sulawesi Selatan di Kota Makassar belum lama ini.

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kegiatan Piala Dunia 2026 baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air) menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung hingga Rp5,03 triliun.

Perhitungan tersebut, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen, mulai dari aktivitas penyiaran dan belanja periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise.

Selain itu transaksi sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan UMKM dalam beragam ajang termasuk Festival Rakyat 2026.

Hal itu, lanjut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menunjukkan manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia.

"Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor," ujar dia.

Menurut dia, Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah.

Kukrit menambahkan keberhasilan tersebut menunjukkan sebuah ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas ketika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat.

Berdasarkan perhitungan Kadin Indonesia, nilai ekonomi tersebut sekitar Rp1,76 triliun dari aktivitas promosi berbagai produk melalui iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor Horeka, serta kontribusi ekonomi yang dihasilkan melalui beragam kegiatan termasuk Festival Rakyat 2026.

Kukrit menyatakan selain perputaran ekonomi langsung sebesar Rp5,03 triliun, kegiatan Piala Dunia 2026 juga memiliki potensi untuk menciptakan efek pengganda ekonomi lanjutan.

Sebab, selain meningkatkan konsumsi, rangkaian Piala Dunia 2026 juga mendorong investasi pelaku usaha dalam perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, kapasitas tempat duduk, serta fasilitas layanan makanan dan minuman.


1001313741.jpg Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 yang digelar TVRI Sulawesi Selatan di Kota Makassar belum lama ini. (Antara/dok)

Dampak tersebut, tambahnya, sejalan dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang dalam laporan tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.

Sementara itu survei Lokadata selama 7 - 13 Juli 2026 menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari penyiaran Piala Dunia juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan agenda empat tahunan tersebut.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad mengatakan survei tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia mengalir hingga ke tingkat komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Luar Negeri
Putin dan Xi Bahas Ketidakp...
Luar Negeri
Pertemuan Trump-Kim Bisa Te...
Advertisement
Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

Karhutla Sumatra-Kalimantan Membara, Prabowo Panggil Panglima TNI dan Kapolri Malam-Malam Gelar Rapat Darurat

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.